Gubernur Sulut di Fitnah Berbagai isu Hoax, Ini Jawaban Tegas Wagub

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN – Terkait beberapa isu yang disebarkan melalui media sosial Facebook dan WhatsApp oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tentang sosok Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven Kandouw menghimbau masyarakat Nyiur Melambai (Sulut) untuk tidak gampang terprovokasi dengan isu Hoax.

”Jangan mudah percaya isu provokatif yang disebar oknum tidak bertanggungjawab”, ucap orang nomor dua di Sulut tersebut ketika dijumpai awak media siang tadi (Sebin 7/5/2018) di ruang kerjanya.

Isu yang diganyang-ganyang untuk menurunkan elektabilitas Gubernur OD yang dinilai tidak pro kepada rakyat itupun langsung dibantah Wagub.

”Contoh saja, katanya pak Gubernur terlalu sering berada di Jakarta daripada di Sulut, ya iya pak Gubernur di Jakarta, tapi bukan untuk santai melainkan melobi kiri-kanan demi memajukan Sulut, contohnya di dua tahun kepemimpinan beliau proyek-proyek raksasa sudah masuk bahkan terealisasi, seperti di sektor ekspor impor, dulu kan SUlut hanya dibatasi tiga komoditi saja, sekarang semu bisa, bahkan Sulut jadi pintu ekspor impor barang Asia-Pasifik.Ada juga soal penerbangan, kalau dulu ada beberapa yang belum dibuka penerbangan langsung, sekarang ditangan pak Gubernur sudah banyak penerbangan langsung, bahkan tidak tanggung-tanggung Sulut yang dulunya masih tertahan soal Visa sekarang berkat Gubernur beberapa penerbangan Asia di Sulut sudah bebas Visa, ini gubanya apa? Untuk menarik wisatawan dan buktinya sekrang wisatawan yang masuk di Sulut mebludak dan berefek kepada tingkat ekonomi Sulut yang naik”, jelas Wagub.

”Dulu semuanya masih terbelenggu berbagai aturan, tapi berkat terobosan Gubernur kita di pusat, APBD kita yang cuma sedikit atau tergolong rendah kini bisa bertambah, karena bisa katakan Kabupaten/kota yang APBD-nya masih memerlukan uluran tangan pemerintah pusat hingga 70% kini tertolong”, sambungnya tegas.

Lebih lanjut, Wagub juga menjawab isu miring yang mengatakan bahwa pembangunan Gubernur OD hanya terpusat di bagian Utara Sulut, seperti Manado, Minut dan Bitung.

”Ini kan kita lihat clusternya dulu, dan harus sesuai keputusan di RPJMD, jadi jelas untuk pembangunan infrastruktur saat ini masih difokuskan di bagian utara, karena disana ada bandara di Manado, pelabuhan alami di Bitung dan KEK Pariwisata di Minahasa Utara, untuk apa? Untuk melebarkan sayap Sulut, sedangkan untuk bagian tengah Sulut, seperti Bolaang Mongondow Raya, Minsel, Mitra dan kota Tomohon serta Minahasa Induk terkenal dengan cluster penghasil sektor pertanian, jadi itu yang dikembangkan, bukan pak Gubernur pilih kasih dalam pembangunan, dan bukan berarti dibagian tengah Sulut tidak pembangunan, contoh saja, sudah puluhan tahun akhirnya kali ini Kotamobagu akan memiliki rumah sakit tipe III atau rumah sakit kelas rujukan yang bisa mengcover hingga masyarakat yang ada di selatan, dan bukan hanya itu, sampai saat ini pembangunan dibidang kesehatan sendiri pemprov sulut sudah mengelirkan anggaran hingga 40 Miliar”, bebernya.

Tidak hanya sampai disitu, Wagub juga sempat angkat bicara soal pendidikan di Sulut yang sudah kebih maju ditangan dingin seorang Olly Dondokambey.

”Disektor pendidikan sendiri, sampai detik ini, saya menilai sektor pendidikan sudah lebih maju, baik untuk siswa didik bahkan tenaga pendidik, mengapa? Buktinya beberapa wilayah di utara (Nusa Utara) yang sistem pendidikannya sedikit dibawah dibanding yang ada di daerah lain, kini oleh Gubernur dibuat lebih baik lagi. Jika dulu tunjangan bagi tenaga pendidik dikepulauan hanya mencapai Rp. 600 ribu, saat ini oleh Gubernur di genapkan sesuai dengan Upah Minimum Pekerja (UMP) Sulut yaitu Rp. 2.850.000. Bahkan tidak tanggung-tanggung pak Gubernur melakukan terobosan besar di sektor pendidikan dengan cara menyamaratakan sistem belajar seluruh siswa di Sulut yaitu mengikuti sistem ujian berbasis UNBK”, jelas Wagub sembari mengatakan untuk masalah listrik yang mungkin menggangu sistem UNBK yang bersifat online, akan diberikan solusi lain.

Sedangkan terkait isu Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang terlalu banyak mencampuri urusan keagamaan, seperti GMIM, Wagub juga kembali memberikan jawaban tegas.

”Tugas seorang pemimpin memang seperti itu, Gubernur itu wakil pemerintah pusat di daerah yang harus memperhatikan bukan hanya di sektor pemerintahan, tapi juga sosial, budaya, ekonomi hingga keagamaan, jadi wajar saja jika Gubernur masuk kedalam, apalagi pak Gubernur itukan warga GMIM yang dipercayakan rakyat menjadi Gubernur, maka tidak salah jika seorang Gubernur masuk ke ranah GMIM, itu sudah menjadi panggilan pelayanan beliau. Bayangkan saja jika pak Gubernur tidak masuk, siapa yang akan melobi ke Kementerian soal rekonsiliasi UKIT yang sudah berlarut-larut”, bebernya.

Sebagai seorang politisi, Wagub mengatakan bahwa isu-isu yang merebak di dua tahun kepemimpinan OD-SK telah mengajarkan banyak hal kepada kedua sosok pemimpin tersebut untuk menjadikan Sulawesi Utara menjadi lebih matang, dan hebat kedepannya.

”Dua tahun ini sudah ada beberapa isu yang coba menggoyangkan OD-SK, tapi dari situ kami semakin matang untuk memajukan Sulawesi Utara menjadi semakin hebat lagi, ingat makanan seorang politisi itu hanya dua, dukungan dan tuntutan, jadi setiap saran yang baik akan kami terima dan kami apresiasi, tapi jika fitnah, kami lawan”, tutup mantan Ketua DPRD Sulut tersebut. (Chris)