Terjerat UU Kesehatan, Buruh Warga Malendeng Divonis 1,9 Tahun Penjara

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Sidang kasus Undang Undang kesehatan, mengedarkan obat keras jenis Thrihexiphenidyl tanpa ijin, dengan terdakwa Fahri Kaharu (31) tuntas, dengan Majelis Hakim Donald Malubaya dkk memvonis terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun dan 9 bulan dalam sidang di Pengadilan Negeri Manado, Senin (28/5/2018).

“Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan pasal 197 Undang undang RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Terdakwa dipidana satu tahun dan sembilan bulan penjara,” ujar Ketua Majelis Malubaya dalam amar putusannya, dengan anggota Betsy Matuankkota dan Djulita Massora dengan PP Fonneke Tamara.

Selain hukuman itu, terdakwa juga dikenai denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan.

Terdakwa yang didampingi Tim Penasihat Hukum (PH) Posbakum PN Manado, Ek Tindangen Cs, Fahri menyatakan menerima putusan hakim.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noval Thaher melalui Merry Rondonuwu belum menentukan sikapnya, dengan masih pikir pikir.

Diketahui, oleh JPU Thaher, terdakwa dituntut 2 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp100 juta sub 6 bulan kurungan.

Fahri didakwa, tidak memiliki ijin mengedarkan sediaan farmasi berupa 75 tablet obat Thrihexiphenidyl yang di-isi dalam satu buah tas plastik warna biru, dan sebanyak 907 butir obat yang sama, dalam satu botol plastik tempat obat.

Warga kelurahan Malendeng, kecamatan Tikala ini, tertangkap tangan sementara jual beli , pada 19 September 2017 , sekitar pukul 12.00 Wita , bertempat dikelurahan Perkamil Kompleks Gereja Solafide kecamatan Tikala.

Apes, ketika tiga orang petugas kepolisian di Polresta Manado pada satuan Reserse Narkoba sedang melakukan pemantauan keamanan. Curiga dengan transaksi dua pria, yang salah satunya menyerahkan tableb obat berwarna kuning, langsung saja petugas menghampiri dan ketika diinterogasi jika tablet tersebut, adalah obat keras yang baru saja dibeli dari Fahri (terdakwa,red).

Atas pengakuan para lelaki itu, jika obat itu dibeli seharga Rp12 ribu sebanyak tiga tablet untuk dikonsumsi sendiri. Terdakwa pun tidak dapat mengelak lagi jika obat obat tersebut didapat darinya.

Dan ketika petugas menggeledah terdakwa, ditemukan dalam saku celana, satu buah tas plastik berwarna biru yang didalalmnya berisi puluhan obat jenis Thrihexiphenidyl. Dan didapati dalam bagasi motor, ratusan tablet dan diakui milik terdakwa yang akan dijualnya.

Selanjutnya terdakwa dan barang bukti langsung diamankan dan dibawah ke kantor Polresta Manado untuk diproses hukum.

Seiring persidangan , dalam periksa terdakwa, Fahri yang keseharian hanya sebagai buruh, mengakui perbuatanya, berjanji tidak akan mengulangi lagi, dia pun belum pernah dihukum. Dan dalam pembelaannya, dirinya melakukan perbuatan yang melanggar hukum itu, karena untuk menafkahi keluarga. Sebagai tulang punggung, miliki tiga orang anak, yang salah satu anak berkebutuhan khusus (autis,red). (ely)