13 Saksi Aleg DPRD Bolsel Hadiri Sidang Tipikor Dana Kesehatan

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Persidangan kasus dugaan Tipikor pengadaan dana premi asuransi kesehatan bagi ketua dan anggota DPRD Bolsel (Bolaang Mongondouw Selatan), kembali bergulir dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejaksaan Negeri Kotamobagu cabang Dumoga menghadirkan 13 Anggota Legislatif (Aleg) DPRD periode 2009-2014, Senin (17/9/2018).

Para saksi yang dihadirkan JPU, yakni, Abdi Van Gobel (Ketua DPRD Bolsel sekarang,red), Abdul Razak Bunsal (Wakil Ketua DPRD) , Jamaludin Razak, Hartina Badu, Sunardi Kadula, Riston Mokoagow, Marini Harja, Safrudin Datu, Samsudin, Gustamil , B Paputungan, Sumarso, dan Manonto.

Dalam keterangan para saksi, intinya, saat akan klaim biaya pemeliharaan kesehatan ketika ada salah satu anggota dewan yang sakit, ketahuan jika bermasalah.

“Sekitar bulan Juli ada anggota dewan yang sakit, saat itu terungkap, saat kami hubungi pihak AXA, kantor pusat, terbongkar jika bermasalah,” ujar para saksi.

Diceritakan, dana kesehatan bagi Aleg selalu dianggarkan setiap tahunnya, dan pasca kejadian tersebut, sudah tidak ada penganggaran lagi, karena sudah ada program BPJS.

Dalam kasus ini, para saksi mengungkap jika tidak pegang polis hingga saat ini. Mereka mengenal terdakwa Merry saat presentasi di ruang paripurna bersama dengan pihak perusahaan lainnya.

“Kami tahu Merry saat presentasi, dan memang membawa nama AXA Financial, kami tidak tahu soal CV Citra Lestari,” senada dikatakan para saksi.

Bahwa asuransi hanya untuk satu tahun berjalan. Para saksi tidak ada yang terlibat dalam proses pelelangan.

Abdul Rajak Bunsal, Ketua DPRD kala itu mengatakan,”Proses dari panitia lelang, jadi tidak mungkin saya memerintahkan. Sekwan kemudian secepatnya memproses anggaran yang ditetapkan oleh panitia lelang,” ujar Bunsal menjawab pertanyaan JPU, terkait tender.

Parahnya, terdakwa Merry kemudian sulit untuk dihubungi dan tidak ada niat untuk mengganti dana sebesar Rp285 juta.

Usai mendengar keterangan para saksi, dalam tanggapan terdakwa, Terdakwa Merry membenarkan , meskipun demikian dia membela diri, mengatakan saat itu claim sakit pada Juli tahun berjalan 2012, dan dana baru akan cair pada Agustus. (ely)