Dirjen Badilum, Herry Swantoro, Performa dan Sistem Pelayanan PN Manado Meningkat

Manado348 Dilihat

● Diingatkan Terkait Dua Fungsi Utama Pengadilan

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Dirjen Badan Peradilan Umum (Badilum) MA , Dr. H. Herry Swantoro SH MH dalam rangka kunjungan bersama Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI) Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali SH MH untuk peresmian operasionalisasi 85 Pengadilan baru di Melounguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, menyempatkan diri sambangi PN Manado , Minggu (21/10/2018).

Menurut Dirjen, Kepemimpinan Ketua Pengadilan Negeri (KPN), Lukman Bachmid SH MH, dan Wakil Ketua PN , Liliek Prisbawono SH MH telah membawa Kemajuan dalam meningkatkan performa dan sistem pelayanan.

“Sekarang pimpinan baru, pak Lukman Bachmid dan Wakilnya pak Liliek , Saya melihat sudah banyak kemajuan, jadi semangat dari Ketua dan Wakil baik sekali,” ujar Swantoro, ketika diwawancarai sejumlah awak media.

Baca juga:  RATUSAN KPPS IKUTI RAPID TEST

Dia pun berharap hasil Disclaimer yang membuat sertifikat akreditasi PN Manado dicabut beberapa waktu yang lalu, bisa kembali diraih di era kepemimpinan baru di PN Manado.

“Kalau memang bagus akreditasinya dikembalikan, kalau tidak , ya tetap. Harapan saya, ini sudah bagus, pelayanan yang sudah terbuka, dan format pelayanan yang transparan tetap dipertahankan,” harap Swantoro.

Dia pun mengingatkan terkait dua fungsi utama pengadilan, yakni penyelenggaran persidangan dan penyelenggaraan pelayanan peradilan , PTSP .

“Penyelenggaran persidangan, Majelisnya harus bisa menyelesaikan perkara dengan baik dan bisa membuat masyarakat mencari keadilan puas. Kemudian pelayanan permohonan dokumen sampai keluar dokumen harus dilayani dengan baik,” tambah Swantoro.

Dalam suport-Nya, agar segala apa yang disampaikan dapat ditindak-lanjuti mengingat tim penilai Badilum RI akan datang di PN Manado.

Baca juga:  Mensos Risma Kunjungi Korban Longsor Manado

Bahwa ia disini memberikan masukan dari sistem penyusunan perkara apa kinerja yang harus ditingkatkan.

“Karena besok tim penilai akan kesini. Saya tidak akan mencampuri, walaupun saya dirjen, mereka bawahan saya. Tim penilai otonom dan mereka bebas menilai sesuai realita yang ada,” pungkas Dirjen Badilum. (Ely)