Rabu Hari Ini, Eks Kadis DISTANAKBUN Minahasa dan Kontraktor Bakal Ajukan Eksepsi

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Perkara dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Minahasa 2015, kini mulai disidangkan Majelis Hakim PN Manado yang diketuai Majelis Hakim Arkanu, dkk.

Dalam kasus ini , JPU Kejari Tondano, menjerat tiga orang sekaligus menjadi terdakwa, yakni masing masing eks Kepala Dinas (Kadis) RARM alias Refly bersama lelaki JJHT alias James selaku PPTK dan perempuan TM alias Twinprise selaku Direktur CV Whitetop Tech Talent.

Sebagaimana dalam agenda persidangan lalu, usai mendengar dakwaan JPU, Tiga terdakwa, dua diantaranya melalui Penasihat Hukum masing masing akan mengajukan Eksepsi atau nota keberatan.

“Untuk dua terdakwa yang akan mengajukan eksepsi, sidang ditunda hingga Rabu depan, tanggal 28 November 2018 (hari ini, red). Sementara yang tidak ajukan eksepsi sidang ditunda dua pekan, untuk agenda JPU menghadirkan saksi saksi,” tutup Ketua Majelis Hakim yang mengadili perkara, dalam sidang Rabu (21/11/2018) lalu.

Diketahui Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya, eks Kepala Dinas (Kadis) , PPTK dan Direktur CV Whitetop Tech Talent.

Dimana,ketiganya melakukan perbuatan melawan hukum, yang menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp197 juta lebih dalam proyek pembangunan Embung Wasian di Kabupaten Minahasa, pada rentan waktu Agustus-Desember 2015.

Bahwa serangkaian tindak pidana korupsi yang melibatkan ketiga terdakwa ini berawal ketika pihak Kementerian Keuangan RI pada tanggal 4 Mei 2015 menetapkan dana Rp2 miliar lebih untuk pembangunan Embung Wasian, yang kategori anggarannya masuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Tambahan Pendukung Program Prioritas Kabinet Kerja (P3K2).

Namun sayangnya, belakangan terungkap kalau pekerjaan proyek tersebut ternyata memiliki kekurangan volume pekerjaan fisik. Padahal, proses pencairan dana sudah 100 persen, dan dokumen pencairan telah ditandatangani terdakwa Refly selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan terdakwa James selaku PPTK.

Parahnya, saat pencairan dana 100 persen kepada CV Whitetop Tech Talent terjadi, kedua terdakwa ternyata tidak melakukan pemeriksaan dan pengecekan. Sedangkan, menurut aturan sudah menjadi kewajiban kedua terdakwa untuk melakukan hal tersebut.

Selain itu, JPU dalam dakwaannya telah menguraikan tentang kekurangan volume pekerjaan fisik dari CV Whitetop Tech Talent dalam proyek Embung Wasian.

Dimana, empat point pekerjaan yang menyebabkan terjadinya kerugian negara, yakni pada pemasangan batu camp 1:4, cor slot batu bertulang, cor kolom beton bertulang dan cor ring balok beton bertulang.

Oleh JPU telah menjerat pidana ketiga terdakwa dengan menggunakan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (Ely)