Rangkaian Hut Kota Tomohon ke-18, Pemkot Tomohon Ziara ke Makam Pemimpin Terdahulu

TOMOHON, topiksilut.com – Memperingati hari jadi ke-18 Kota Tomohon, Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak CA dan Wakil Walikota Syerly Adelyn Sompotan bersama jajarannya melakukan ziarah ke makam mantan Bupati Minahasa almarhum Drs Karel Lasut Senduk di kelurahan Kakaskasen, selasa (26/1/2021).

“Setiap agenda perayaan HUT Kota Tomohon, kegiatan ini selalu dilakukan dengan tujuan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pendahulu yang sudah berjasa untuk daerah ini.” kata Walikota Jimmy Feidie Eman, SE. Ak. CA saat bertindak sebagai inspektur upacara ziarah.

Pada kesempatan yang sama, Carrol Senduk SH selaku keluarga dari almarhum Karel Lasut Senduk yang hadir mengapresiasi kepada pemerintah Tomohon.

“Kami apresiasi kepada Pemerintah Kota Tomohon, bahkan unsur Forkopimda Kota Tomohon, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah datang berziarah di makam almarhum orang kami,” ucap Walikota terpilih pada pilkada 2020 Caroll Senduk.

Turut menghadiri ziara Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy Sundah SE, Kapolres Tomohon AKBP Bambang Azhari Gatot SIK MH, Kajari Tomohon Immanuel Richendry Hot SH MH, Danramil Tomohon Kapten Infantri Juris Sahese, Wakil ketua DPRD Kota Tomohon Drs Johny Runtuwene.
Hadir pula para tokoh agama dan masyarakat, Penjabat Sekot Tomohon Dr Juliana D Karwur M Kes MSi bersama unsur Perangkat Daerah Kota Tomohon.

Diketahui usai ziara di makam Karel Lasut Senduk dilanjutkan ziara ke;
-Upacara ziarah di makam Drs. Boy Simon Tangkawarouw, M.Sc
Tampil sebagai Inspektur Upacara Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy Sundah, SE
Dan peserta upacara, Sekwan, Kadis Kominfo, Kadisnaker, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Camat Tengah & Kabag Ortal

-Upacara Ziarah di Makam Almarhum Nico Pelealu, S.H., M.Si. dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke- 18 Kota Tomohon yang bertempat di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara
Inspektur Upacara Kapolres Tomohon AKBP. Bambang Ashari Gatot, S.I.K., M.H. dan peserta upacara Jajaran Pemkot Tomohon dan Polres Tomohon
Hadir juga keluarga besar Pelealu-Masengi.

-Ziarah Arwah makam Dolvi Tanor PhD, Inspektur Upacara : Kejaksaan Negeri Tomohon Imanuel Richendry Hot SH MH
Tampak hadir Danramil Tomohon Kapten Infanteri Djuris Sahese, serta jajaran pemerintah Kota Tomohon dan hadirin undangan.

Peran masing-masing tokoh panutan yang telah mendahului kita :

  1. Drs. Karel Lasut Senduk.
    Bupati Minahasa (tahun 1993-1998) tokoh yang mensuport serta masuk dalam Penasehat Komite Perjuangan Pembentukan Daerah Kota Tomohon (KP2DKT). Sebuah komite yang dibentuk dan bertujuan memperjuangkan Tomohon menjadi Daerah Otonom baru dengan wilayah; Kecamatan Tomohon, Pineleng dan Tombariri. Komite ini dideklarasikan pada November 1999 di Kampus ITM Tomohon Matani Dua.
  2. Drs. Boy Simon Tangkawarouw, M.Sc (Pejabat Walikota Tomohon 4 Agustus 2003 – 8 Maret 2005) tokoh yang mensuport dan hadir terbentuknya Komite Perjuangan Otonomi Kota Tomohon (KPOKT) yang dideklarasikan pada tanggal 9 Agustus 1999 di Rm. Pijar/Kasuang Matani Satu.
    Beliau sebagai Pelindung (Wakil Bupati Minahasa) KPOKT. Tujuan komite ini al; Menjadikan Tomohon Daerah Otonomi Baru dengan wilayah hanya administrasi/teritorial Kecamatan Tomohon.
    Komite ini diketuai Theodorus M Tuerah (alm), Judie Turambi, SH (Sekretaris), Fanny S Toemion (Bendahara).

Drs. Boy Simon Tangkawarouw juga hadir /Pelindung pada pembentukan Komite Perjuangan Pembentukan Daerah Kota Tomohon (KP2DKT) yang dideklarasikan November 1999 di ITM Matani Dua. Komite ini diketuai Herry Runtuwene, Haryanto Lasut (Sekretaris), Ibrahim Tular (Bendahara).

3.Drs. Dolfie Tanor, P.hd Bupati Minahasa (tahun 1998 – 2003). Seorang tokoh pemerintah dibalik pemekaran Kota Tomohon. Beliau mensuport dan menjadi Pelindung (Bupati Minahasa) Komite Perjuangan Otonomi Kota Tomohon (KPOKT).
Sebagai Bupati Minahasa, beliau menerbitkan SK No. 108 Tahun 2000 tanggal 17 April 2000 tentang Pembentukan Tim Pengkajian Pemekaran Daerah Kota/Kabupaten yang bertugas, mengkaji dan meneliti kelayakan pembentukan Kota Tomohon ditinjau dari berbagai aspek.
Dibawah kepemimpinannya, Pemkab Minahasa menerbitkan Perda No. 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kecamatan Tomohon Utara dan Kecamatan Tomohon Selatan. Dengan demikian Tomohon resmi menjadi 3 kecamatan; Kecamatan Tengah, Kecamatan Tomohon Selatan dan Kecamatan Tomohon Utara.
Bupati Tanor menerbitkan SK No. 23 Tahun 2002 tanggal 2 Januari 2002 tentang Panitia Persiapan Kota Tomohon (P2KT). Panitia ini person-personnya terdiri dari gabungan KPOKT dan KP2DKT. Panitia ini bertugas; Membantu Pemkab Minahasa dalam rangka percepatan serta persiapan untuk pembentukan Kota Tomohon dan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di calon Kota Tomohon. P2KT Ketua Umumnya Jefferson S.M. Rumajar, Vonny J. Paat (Sekretaris Umum), Ricky Pontoh (Bendahara Umum).

Dra. Dolfie Tanor pada 18 Maret 2002 melantik P2KT di Bukit Inspirasi Tomohon.

Kamis, 11 April 2002, Drs. Dolfie Tanor didampingi Ketua Umum P2KT dan beberapa anggota DPRD Minahasa dan beberapa anggota P2KT menghantar langsung dan membawah aspirasi serta menyerahkan Proposal Usulan/Kajian Pembetukan Kota Tomohon kepada Komisi II DPR-RI. Upaya ini mendapat respons positif dari anggota Komisi II DPR-RI.

Sabtu, 13 April 2002, Bupati Tanor dan Ketua Umum P2KT beserta beberapa anggota P2KT bertatap muka dengan tokoh-tokoh Kawanua Tombulu di Aula AMI/ASMI Jakarta.

2 Catatan penting pertemuan antara Bupati Minahasa Drs. Dolfie Tanor dengan Komisi II DPR-RI pada Kamis, 11 April 2002;

a. Bupati Minahasa Drs. Dolfie Tanor mendesak DPR-RI agar menggunakan Hak Inisiatif Dewan dalam rangka mempercepat proses pembentukan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan,

b. Bupati Minahasa Drs. Dolfie Tanor bersama P2KP mengundang secara langsung agara DPR-RI khususnya Komisi II secepatnya melakukan kunjungan ke wilayah (calon) Kota Tomohon dan (calon) Kabupaten Minahasa Selatan.

Terobosan Drs. Dolfie Tanor ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Komisi II DPR-RI, karena Drs. Dolfie Tanor menjadi satu-satunya Kepala Daerah Induk yang datang langsung ke DPR-RI memintah supaya daerahnya dimekarkan, terutama untuk menjawab aspirasi masyarakat kala itu Tomohon dan Minahasa Selatan.

4.Nico Pelealu, SH, M.S.i
Putra Kinilow yang dilantik menjadi Penjabat Walikota Tomohon (17 Mei 2005 – 4 Agustus 2005). (Kim)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *