HUT Desa ke-36, Pemdes Mubune Gelar Paripurna dan Laporan Pertanggungjawaban Kumtua

Topiksulut.com,Minut-Perayaan hari ulang tahun Desa Mubune ke 36 pada tahun ini, dilaksanakan secara sederhana di Balai Desa pada Selasa 26 April 2022. Menariknya, pelaksanaan HUT desa ini juga dilakukan rapat paripurna sekaligus laporan pertanggungjawaban Hukum Tua (Kumtua) Hendrik Pantolosan selama 5 tahun kepemimpinan mengingat masa jabatannya akan berakhir 12 Mei 2022 mendatang. Perayaan ini pun turut dihadiri oleh Camat Likupang Barat Maikel Mario Parengkuan, mantan penjabat Kumtua Forgam Lumele beserta BPD dan masyarakat Mubune.

Kumtua Mubune Hendrik Pantolosan dalam laporannya, turut membacakan sejarah desa. Dikatakannya jika dulu masyarakat Mubune awalnya berasal dari masyarakat pendatang yaitu daerah Toli-toli, tepatnya dari suku Bajo, Desa Gapas bernama Datuk Ahmad Rayan. Namun sebelum sang Datuk beserta rombongan tiba di perkampungan Bulutui, sebelumnya pernah singgah dan menetap di perkampungan Kima Bajo kurang lebih 3 tahun.

Bulutui sebelum dihuni oleh masyarakat, dulunya adalah hutan belantara dan nama Bulutui itu sendiri bermakna “Bambu Kecil” pada tahun 1929 suku Mandar yang berasal dari Sulawesi Selatan juga menjadi penghuni, kemudian pada tahun 1930-1931, datang lagi penghuni yang lain, yang berasal dari Suku Gorontalo, Sanger dan Siau.

Selanjutnya, khusus untuk suku Sanger dan Siau mereka mencari tempat di pegunungan yang dikenal dengan nama perkampungan Ehe, yang artinya “Alang-alang”. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor yaitu berbeda suku, ras dan agama. Mereka lebih cenderung bertani. Lama kelamaan, perkampungan Bulutui dan Ehe makin ramai didatangi oleh berbagai macam suku diantaranya Ternate, Buton, Bolmong, Minahasa dan Jawa. Banyaknya penduduk membuat pemerintah Desa Munte berinisiatif merangkul Desa Ehe masuk ke wilayah Desa Munte pada tahun 1935 sampai 1985.

Pada tahun 1985-1986 terbentuklah suatu pemerintahan sendiri dan atas kebijaksanaan pemerintah, maka Bulutui dan Ehe pemekaran dari desa induk Munte sehingga di beri nama Mubune yaitu singkatan dari Mu (Munte), Bu (Bulutui), N (Nelayan) dan E (Ehe).

Pada tanggal 26 April 1986, status desa Mubune merupakan desa persiapan. Seiring dengan jalannya waktu pada tanggal tersebut di tahun 1988, Desa Mubune diakui secara resmi oleh pemerintah pusat lewat usulan para tokoh masyarakat dan diwakil rakyat Kabupaten Minahasa Alm Sius Papia BA dan diangkatlah Hendrik Tatuil sebagai pejabat sementara yang memerintah selama 7 tahun dari 1986-1993.

“Saat terbentuk pemerintah Mubune, saya merupakan sekretaris desa pertama di kampung ini,” ujar Pantolosan dibenarkan mantan penjabat Kumtua Mubune, Forgam Lumele.

Pantolosan pun berharap kiranya desa ini terus berkembang selepas dirinya mengakhiri masa jabatan pada bulan depan sehingga kehidupan masyarakat bisa terus maju dan berkembang.(glen)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.