Polda dan Kejaksaan Diminta Periksa Proyek Pembangunan Drainase Jalan Maesa Ranomuut Yang Tak Kunjung Selesai

Berita Utama, Manado1380 Dilihat

TopikSulut.com,Manado – Proyek pembangunan drainase Jalan Maesa Ranomuut yang berbandrol 10,3 miliiar, menggunakan APBD Kota Manado dengan nomor kontrak D03/PUPR/CK-06-2.01-/002/SP/VII/2023 dengan waktu pelaksanaan 150 hari kerja terhitung bulan Juli, dan berakhir Akhir Desember 2023 yang dikerjakan oleh CV Bintang Mas tak kunjung selesai hingga saat ini.

Meski mengangkangi  PERPRES dan PERMENKEU, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Manado berani pasang badan, menghendel kelanjutan paket proyek pembangunan Drainase Jalan Maesa Tahun 2023.

Pasalnya, paket proyek berbanderol Rp 10.340.421.000,00 itu, sudah lewat jauh dari waktu pelaksanaan yang tertuang dalam kontrak kerja yakni 31 Desember 2023, serta batas perpanjangan waktu 10 Februari 2024. Tak pelak, kebijakan berimplikasi hukum yang diambil Kepala Dinas PU Kota Manado, Jhon Suwu, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Jeremia Waleleng itu menuai kritikan pedas Pegiat Anti Korupsi.

“Ini proyek sudah melanggar PERPRES Nomor 12 Tahun 2021, dan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 109 Tahun 2023, dan dikerjakan tanpa landasan aturan. Ini kebijakan ilegal, dan perlu diselidiki oleh aparat,dalam hal ini Polda dan Kejaksaan” ujar Ketua LSM KIBAR Sulawesi Utara, Jaino Maliki, Jumat (1/3/2024).

Kepada sejumlah media, Aktivis yang dikenal vokal itu membeber dugaan konspirasi yang terjadi dalam pelaksanaan paket proyek yang telah menyebabkan kemacetan arus lalu-lintas di Kelurahan Paal Dua-Ranomut itu.

Baca juga:  Gubernur Olly Dorong Pembahasan RUU Provinsi Segera Dituntaskan

“Awalnya proyek ini dihendel oleh Hendrik B Mamuaya meminjam Perusahaan milik Alfa. Setelah pencairan uang muka dan proyek mulai berjalan, Hendrik kemudian menghilang, dan tidak membayar upah kerja, padahal realisasi fisik saat itu belum sampai 20%. Pasca Hendrik menghilang, pekerjaan kemudian sempat terbengkalai hingga 4 bulan. Di akhir tahun, Hendrik kemudian membuat kesepakatan di bawah tangan dengan pengusaha berinisial EL, untuk melanjutkan pekerjaan. Itulah alasan kenapa proyek ini terlambat,” terang Maliki lagi.

Baca juga:  Hadiri Pembukaan Nusantara Expo di TMII, dr. Devi Sambangi Stand Pemprov Sulut

Dirinya menilai, Polemik paket proyek Pembangunan Drainase Jalan Maesa ini sarat kepentingan dan bernuansa KKN, sehingga patut diselidiki Aparat Penegak Hukum.

“Sikap Kepala Dinas dan PPK ini mencurigakan, dan patut dipertanyakan. Patut diduga sudah menerima kue dari pihak pelaksana. Kami sebagai pegiat anti korupsi akan melaporkan hal ini ke APH, bahan keterangan yang kami kumpulkan sudah lebih dari cukup,” pungkasnya.

Kepala Dinas PU Kota Manado, John Suwu, saat dikonfirmasi terkait hal ini, merekomendasikan awak media melakukan konfirmasi langsung ke pihak Pelaksana, Alfa Pusung. Kepada Media, Alfa kemudian menjelaskan bahwa tugasnya hanyalah menyelesaikan pekerjaan yang sementara berjalan.

“Kita sekarang fokus untuk menyelesaikan pekerjaan ini secepat mungkin. Kalau soal aturan, langsung saja ke Pejabat terkait,” ungkapnya.

Baca juga:  Serahkan Dana Hibah di GMIM Tumou Tou Kendis, Wagub Kandouw Ajak Anak Muda Belajar Keras

Semetara itu Warga Ranomuut lingkungan 1 Vernanda sampaleng juga menyesalkan proyek drainase di jalan maesa ranomuut yang tak kunjung selesai, karena proyek tersebut sangat menggangu aktifitas warga hingga menyebabkan kemacetan, serta debu dari proyek tersebut yang dapat mengakibatkan penyakit bagi warga Ranomuut dan Pal dua yang setiap harinya melewati jalan tersebut.

Baca juga:  PT. Sino Road & Bridge Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Palu & Donggala

“Torang tiap hari lewat jalur ini, dari pagi sampe siang terjadi kemacetan parah dari ranomuut sampai patung kuda pal dua, tambah lagi debu dari proyek itu yang sangat menganggu torang sebagai masyarakat yang tinggal di depan jalan raya,” Sesal vernanda.

Salah satu pengusaha yang juga merasa sangat dirugikan akibat proyek ini yang tak kunjung selesai yaitu Ci Eliana Handoko mengatakan karna proyek ini, pendapatan dari tokonya sangat menurun.

“Sejak proyek ini dimulai hingga terlambat sampai sekarang torang pe pendapatan toko menurun, bahkan sejumlah barang yang harusnya dikirim tertunda karna akses jalan masuk ke toko saya yang tak kunjung diselesaika oleh pihak kontraktor,” tutur Ci eli yang merupakan salah satu pemilik toko distributor cat di pal dua.

Sementara itu, hingga berita ini tayang, Pejabat Pembuat Komitmen, Jeremia Waleleng tidak bisa ditemui untuk dimintai tanggapan. Dua nomor ponsel Jeremia yang diberikan Kepala Dinas PU Kota Manado, juga tidak bisa dihubungi. (Tim)