Prihatin, Di Duga Terjadi Praktik “Jual-Beli Lahan ” Di Pasar Berdikari Tumpaan

 

 

Tumpaan – Dugaan praktik jual beli lahan pasar mencuat di Pasar Berdikari Tumpaan. Sejumlah lapak yang berada di area depan pasar diduga diperjualbelikan oleh oknum Kepala Pasar, meski lahan tersebut seharusnya tidak diperuntukkan bagi aktivitas jual beli.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Pasar Berdikari Tumpaan sejatinya telah memiliki bangunan permanen yang disiapkan untuk para pedagang. Namun, masih ditemukan beberapa lapak tambahan yang berdiri di lahan strategis, tepat di depan jalan utama Pasar Berdikari Tumpaan.

 

Lahan-lahan tersebut diduga dijual kepada pedagang karena letaknya yang sangat strategis dan mudah diakses pembeli. Harga yang dipatok pun bervariasi, mulai dari jutaan rupiah hingga mencapai puluhan juta rupiah per lapak.

Baca juga:  Ketua DPRD Stefanus.D.N.Lumowa, SE Hadiri Pisah Sambut Kejari Amurang

Seiring dengan dugaan tersebut, kondisi Pasar Berdikari Tumpaan saat ini dinilai sangat memprihatinkan. Lapak-lapak pedagang terlihat tidak tertata, semrawut, dan menempati area yang seharusnya bukan peruntukannya. Selain mengganggu kenyamanan pengunjung, kondisi ini juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar pasar.

 

Tak hanya itu, kebersihan pasar juga menjadi sorotan. Sampah tampak berserakan di sejumlah titik, menimbulkan kesan kumuh dan tidak terawat. Apalagi  jalan masuk pasar seperti kolam ikan yang nampak Bau busuk menggenangi separuh jalan hingga akses masuk lokasi pasar,  Kondisi seperti ini sangat dikeluhkan oleh masyarakat dan pedagang yang berharap pasar dapat dikelola secara lebih profesional dan tertib.

Baca juga:  Kodim 1302 Minahasa Bersama Kejari Minahasa Lakukan Pemusnahan 30 Babuk

 

Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera melakukan penertiban dan menelusuri dugaan jual beli lahan pasar tersebut. Langkah tegas dinilai perlu agar aset publik tidak disalahgunakan serta Pasar Berdikari Tumpaan dapat kembali berfungsi dengan baik, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola pasar maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(hemsi)