Gagas Program ‘Tourism Package’, Talumepa Optimis Bakal Menekan Angka Kemiskinan Sulut

Topiksulut.com, POLITIK / PEMERINTAHAN – Bertekat menekan angka kemiskinan sesuai dengan program (ODSK) Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan, besutan  Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Utara bakal lakukan inovasi baru demi menggaet para wisatawan dengan produk lokal khas daerah Nyiur Melambai.

“Kami sudah usulkan kepada pak Gubernur, dalam waktu dekat Gedung Paradise Production Promotion Centre (Gedung P3C) akan segera direnovasi untuk dijadikan sebagai pusat souvenir serta makanan/cemilan khas daerah ini” ungkap Talumepa.

Kepada media ini, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut Christiano Talumepa SH,MH menjelaskan bahwa Gedung P3C nantinya akan berfungsi sebagai pusat promosi sekaligus wisata belanja hasil daerah bagi para wisatawan yang datang ke Sulut.

“Nanti kami akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, para Travel dan Guide yang ada di Sulut untuk memastikan para wisatawan yang masuk ke Sulut untuk berbelanja di tempat tersebut”, jelas Talumepa.

Menurut Talumepa, jika program ini berjalan nantinya, maka dengan sendirinya produk lokal yang selama ini hanya dipasok dibeberap toko souvenir saja dengan harga yang rendah, kali ini akan mendapatkan keuntungan sesuai hasil produksi tanpa pengurangan.

Baca juga:  Lomba PBB Antar ASN Sulut di Menangkan Kabupaten Sitaro

“Contoh saja, jika ada pengusaha kripik pisang yang biasa memasukan produksinya di beberapa toko dengan harga Rp. 5000, dan toko tersebut menjualnya kepada para wisatawan sebesar Rp. 10.000, tentu keuntungan para pengusaha kecil tersebut hanya sedikit, tapi nanti jika sudah bergabung di program kami, hasil produksi akan dijual sendiri dengan harga sendiri secara langsung oleh para pengusaha tersebut”, beber Talumepa menjelaskan secara detail ketika dikonfirmasi oleh Topiksulut.com beberapa waktu yang lalu diruang kerjanya.

Lebih lanjut, menurut Talumepa, dengan adanya Tourism Package (Paket Turis) ini, secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian masyarakat Sulut, baik pengusaha/pedagang hingga para pekerja.

“Kan kalau permintaan produksi meningkat, tentu para pedagang/pengusaha akan membutuhkan tenaga lebih, pasti banyak orang akan dipekerjakan, maka akan terbuka banyak lapangan pekerjaan yang baru, yang muaranya akan menekan angka kemiskinan di Sulut”, tambahnya.

Baca juga:  Bersama DisnakerTrans Sulut, PT. Archi Indonesia Latih 40 Warga Lingkar Tambang Siap Kerja

Disamping itu, Talumepa berharap bagi para pelaku usaha yang akan masuk di Tourism Package ini, tidak bermalas-malasan saat memperdagangkan hasil olahannya, baik dalam bentuk souvenir, makanan, hingga cemilan.

“Jangan sampai kalau sudah jalan produksinya malah menurun, atau Senin -Kamis (produksi jarang-jarang), harus intens/berkelanjutan, kan pekerjanya bertambah, jadi produksinya juga harus maksimal”, harap Talumepa.

Tidak hanya itu, Talumepa juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah pisat untuk melakukan pelatihan usaha bagi para pelaku usaha serta pekerja dan calon pekerja untuk mendukung terealisasinya program tersebut.

“Kami akan lakukan pelatihan keterampilan bagi para pelaku usaha sampai pada pekerja dan calon pekerjanya demi mendukung terealisasinya program Tourism Package ini”, ucapnya.

Sedangkan terkait anggaran renovasi hingga penyelesaian, Talumepa mengatakan akan segera dibahas bersama para pemangku kebijakan, dengan target akhir tahun 2018 sudah bisa beroperasi.

“Anggaran akan segera dibahas dan ditetapkan, karena target kami akhir 2018 sudah running”, tutup mantan Asisten III Setdaprov Sulut tersebut. (Chris)