Belum Miliki e-KTP, 5.453 Warga Mitra Terancam tak Memilih

PLENO: KPU Kabupaten Minahasa Tenggara saat menggelar rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran Tingkat Kabupaten untuk Ditetapkan sebagai DPS Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mitra 2018, di kantor KPU Mitra, Kamis (15/3/2018). (foto: ist)

Hail Pleno Terbuka KPU Mitra Penetapan DPS Capai 81.322

RATAHAN, topiksulut.com—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Tanggara (Mitra) saat menetapkan Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran Tingkat Kabupaten untuk Ditetapkan sebagai DPS Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mitra 2018 menjelaskan, berdasarkan hasil pleno terbuka   Didapati ada sekira 5.453 wajib pilih di daerah ini bakal tak bisa menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara, karena belum memiliki e-KTP.

“Jadi wajib pilih yang belum memiliki e-KTP laki-laki mencapai 3.173 dan perempuan 2.280 dengan total5.453,” kata Komisioner KPU Helty Fivi Massie didampingi tiga Komisioner Fanny Wurrangian, Jonly Pangemanan dan Irfan Rabuka, Kamis (15/3/2018) tadi malam.

Helty juga menjelaskan, bila wajib pilih juga tak mengurus e-KTP ataupun Surat Keterangan (Suket) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sampai waktu yang ditetapkan saat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) maka dipastikan tak bisa memilih pada pelaksanaan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati pada 27 Juni 2018 mendatang.

Baca juga:  Oswaldo Putra Dari Wagub Kandouw dan Tim Basketball Benzar 1 Raih Jawara FRBA Turnamen se-Sulut

“Wajib Pilih yang belum memiliki e-KTP diminta harus segera melakukan perekaman, sehingga dapat menggunakan haknya sebagai wajib pilih pada Pilkada nanti,” ungkapnya.

Dia menyebut, dalam pelaksanaan penetapan daftar pemilih, kami menggunakan dua kategori penilaian yakni melalui DPS dan DPT. Dansaat memilih nanti harus menggunakan KTP elektronik saat datang di TPS.

“Target kita nanti semua warga Mitra wajib pilih yang belum memiliki e-KTP nantinya harus menggunakan haknya untuk memilih, dengan melakukan perekaman di Dukcapil Mitra. Karena ini dasar kami menggunakan data bagi wajib pilih. Yang tak ada e-KTP pasti tak bisa memilih nanti,” tegasnya, sembari menyebut, mereka masih tetap sebagai prmilih, tapi sampai batas waktu status kependuduksn tidak ada kepastian, tidak bisa memilih.

Baca juga:  Wagub Jadi Irup Upacara Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-72

Dalam peleno terbuka yang disaksikan oleh Ketua Panwaslu Mitra Jerum Jobie Longkutoy dan Kadis Dukcapil David Lalandos serta PPK dan Panwas Kecamatan. untuk Daftar Pemilih Sementara (DPS) laki laki mencapai 42.063 dan perempuan 39.259 dengan total 81.322. “Untuk pemilih sebelumnya mencapai 81.158, dimana selisihnya bertambah 164 wajib pilih,” kata Fivi.

Terungkap di Pleno, untuk daftar pemilih (A-KWK) mencapai 83.879, sedangkan pemilih tidak memmenuhi syarat mencapai 8.048. sementara pemilih baru mencapai5.491 dan untuk hasil pemutahiran mencapai 81.322.

Selanjutnya untuk tahapan selanjutnya, tambah Massie, sesudah pleno terbuka ini, akan dilakukan Penyampaikan DPS ke TPS pada tanggal 17 – 23 Maret. Tanggapan masyarakat 24 Maret-2 April dan penilian DPS 3-7 April. Sementara tanggal 3 -9 April sudah ditetapkan sebagai DPT. (otnie)