Terdakwa Korupsi Eks Kumtua Desa Tanamon Diputus Bebas Murni Hakim Hj Wally dkk

TOPIKSULUT.COM,MANADO – Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Manado menjatuhkan putusan bebas murni terhadap terdakwa Djainuddin Katili (45) selaku Hukum Tua (Kumtua) Desa Tanamon Utara Sinonsayang, Kamis (2/8/2018).

Sidang dengan majelis hakim yang diketuai Hj Halidjah Wally SH MH dkk sebagaimana dasar pertimbangan-nya , bahwa unsur dengan sengaja menggelap-kan uang itu tidak terbukti.

Pasalnya, fakta sidang sebagaimana keterangan saksi dan bukti surat, uang sejumlah Rp69 juta telah masuk ke kas desa Tanamon pada bulan September 2016 dan telah digunakan pada tahun anggaran 2017.

Hal ini mematahkan dakwaan JPU Kejari Minsel, Berdasarkan berita acara pengembalian barang bukti di Kejari Minsel Kamis 21 November 2013 telah dikembalikan barang bukti berupa uang tunai kepada saksi Nicolas Besi selaku kuasa terdakwa, namun sekitar bulan September 2016 uang tersebut belum kembali ke kas desa ataupun rekening desa Tanamon Utara.

Usai mendengar putusan majelis hakim, JPU belum mengambil sikap dengan menyatakan masih pikir pikir.

Sementara mantan kumtua yang didampingi Tim Penasehat Hukum (PH), Wens A. Bojangan, SH MH , Mahmudin Kobandaha SH MH , Thevie Kalalo SH dan Refly Somba SH , ketika diberi kesempatan oleh hakim, sikap atas putusan.

Terdakwa yang sudah ditahan selama 6 bulan mendekam dalam rumah tahanan ini, dengan menahan haru langsung saja menyatakan menerima vonis bebas murni tersebut.Pegunjung sidang yang kebanyakan keluarga terdakwa langsung saja riuh, haru bercampur gembira , puas atas putusan majelis hakim.

Sekedar diingatkan kembali, dalam persidangan ini terdakwa telah didakwa tidak menyetorkan uang barang bukti (babuk) ke kas desa.

kasus ini berawal terdapat putusan Pengadilan Tinggi (PT) Manado No 65/PID/2013/PT.MDO tanggal 02 Juli 2013 yang dalam salah satu amar putusannya menetapkan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp69.800.000 dikembalikan kepada Hukum tua Desa Tanamon Utara Kecamatan Sinonsayang , dimana uang tunai tersebut merupakan uang milik Desa Tanamon yang berasal dari penyewaan balai desa dan Lapangan desa Tanamon.

Singkatnya, terdakwa terhadap putusan PT tersebut memberi kuasa terhadap saksi Nikolas Besi dan dan Johana E Rau berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 17 Juli 2013 untuk menerima uang serta menandatangani surat surat terkait dengan pengembalian uang barang bukti.

JPU kemudian mengenakan dakwaan tunggal dalam pasal 8 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 199 tentang pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan dikenai tuntutan , terdakwa diancam pidana selama tiga tahun penjara. (ely)