Topiksulut.com, PEMERINTAHAN – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini berusia 54 tahun (23 September 1964 – 23 September 2018). Suatu perjalanan roda pemerintahan dan pembangunan, memacu terus menerus guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan dari bernegara yakni mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera.
Di usia Sulut ke 54 tahun, kepemimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK) telah menapaki usia dua tahun enam bulan. Sekalipun terbilang masih berusia seperti itu, akan tetapi komitmen membangun daerah terus direalisasikan melalui program pembangunan yang hingga kini masih terus berlangsung.
Dengan Sulut bekerja, pasti akan mengahsilkan prestasi yang hebat di sejumlah sektor ataupun bidang. Inilah gambaran program dan kinerja ODSK pada bidang Pertanian/Peternakan dan bidang Kesehatan;
Untuk bidang Pertanian dan Peternakan, Pemerintah Provinsi Sulut menjabarkan dan merealisasikan sejumlah program dan kegiatan bidang Pertanian dan Peternakan dalam kurun waktu tahun 2017 – 2018 yang lebih difokuskan pada Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai, Cabe dan Bawang Merah dan mensukseskan Program Upaya Khusus Semua Sapi Wajib Bunting (UPSUS SIWAB).
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mencanangkan “Gerakan Aksi Daerah Pencapaian Produksi Jagung 1 Juta Ton”. Melalui kegiatan tersebut terjadi peningkatan pada aspek pertanian dan peternakan, yaitu: Komoditas Tanaman Pangan, produksi padi meningkat dari 675.555 ton di tahun 2016 menjadi 775,847 ton di tahun 2017.
Produksi jagung meningkat dari 562.931 ton tahun 2016 menjadi 1,636,236 ton di tahun 2017, serta kedelai meningkat dari 17.648 ton tahun 2016 menjadi 7,806 ton tahun 2017. Untuk hortikultura indikantor peningkatan produksinya mengalami perubahan dimana untuk tahun 2018 lebih difokuskan pada komoditas spesifik yang mempengaruhi inflasi daerah. Capaian produksi komoditas hortikultura unggulan tahun 2018 sudah mencapai 60%, diharapkan diakhir tahun target produksi dapat tercapai.
Komoditi Peternakan Produksi daging babi meningkat dari 22.452 ton di tahun 2016 menjadi 23,534,899 ton di tahun 2017. Produk ayam buras meningkat dari 2.639 ton di tahun 2016 menjadi 2.612.218 ton di tahun 2017. Untuk Program UPSUS SIWAB ternak sapi, keberhasilan yang dicapai selain tersedianya daging sapi tahun 2018 sebanyak 3.531.715 Kg yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi daging sapi di Sulawesi Utara.
Sektor Pertanian juga ikut didongkrak dengan sejumlah program Perkebunan yang telah mencanangkan gerakan Perkebunan Idola Menuju Sulut Hebat Untuk Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (PRIMA OD-SK) di Minahasa dengan target revitalisasi 5 juta bibit cengkeh.
Meningkatnya Produksi dan Produktifitas Tanaman Kakao dan Aren dari 100 Ha di tahun 2017 menjadi 200 Ha di tahun 2018; luas areal produktif tanaman kopi mencapai 80 Ha; Produksi dan Produktifitas Tanaman Cengkeh sebesar 300 Ha; luas areal Produksi dan Produktifitas Tanaman Pala sebesar 667 Ha; Terkendalinya Luasan OPT Tanaman Tahunan dan Penyegar sebesar 600 Ha dan Luasan OPT Tanaman Semusim dan Rempah sebesar 535 Ha.
Luas Areal Produktif Tanaman Kelapa mencapai 400 Ha; Luas Areal Produktif Tanaman Kakao 75 Ha; pembinaan kemitraan usaha kepada 100 pelaku. Gerakan Pemanfaatan Minyak Goreng dari Kelapa Dalam dan diversifikasi produk olahan kelapa mengantisipasi anjloknya harga kopra; Mendapatkan apresiasi terhadap realisasi tertinggi penyerapan Anggaran dana APBN (TP dan DEKON tahun 2017).
Sedangkan untuk bidang Kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulut juga memberikan perhatian khusus melalui program ODSK. Hal itu dengan melihat tuk sektor kesehatan mendapat perhatian khusus dalam program OD-SK, dengan capaian sebagai berikut: Usia harapan hidup terus meningkat hingga mencapai 71,4%.
Presentasi balita gizi buruk 2017 mencapai angka 3,3%; Penurunan angka kematian ibu menurun pada tahun 2016 sebanyak 250 kasus dan pada tahun 2017 menjadi 38 kasus atau AKI 92/100.000 kelahiran hidup; Jumlah kematian bayi pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 210 kasus; Jumlah kematian balita pada tahun 2017 menurun menjadi 221 kasus; Presentasi balita kurang gizi 4,1%.
Keberhasilan dan kontribusi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam bidang kesehatan mendapat apresiasi pemerintah pusat dalam bentuk penghargaan diantaranya: Penghargaan sebagai Dinas Kesehatan pencapaian tertinggi untuk indikator janji Presiden program P2P dalam indikator suspek malaria yang dikonfirmasi dan kasus malaria positif yang diobati sesuai standar tahun 2016.
Pencapaian kinerja terbaik program penanggulangan TB 2016; Mendapatkan sertifikasi dari eleminasi malaria untuk dua kab/kota di Sulawesi Utara yakni, Kota Tomohon dan Kab. Minahasa; Juara dua lomba website antar Dinas Kesehatan Provinsi ditingkat nasional; Mendapatkan tatanan kawasan sehat untuk kab/kota (Minahasa Utara, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, Kotamobagu, Bitung dan Tomohon).
Terakreditasinya RSUD Noongan Versi 2012 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit; Diterbitkanya sertifikat tanah oleh badan pertanahan; Juara ke-IV Hospital Family Planning Project PERSI Award-IHMA.
Tidak saja itu, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan terus menerus merealisasikan berbagai program nasional bidang kesehatan berupa pencegahan penyakit menular, penyakit campak dan rubella (MR) yang hingga kini (sejak Agustus – September 2018 menyasar ratusan bayi dan anak-anak usia sekolah di seluruh kabupaten dan kota se-Sulut. Tentunya hal ini akan terus berhasil atas dukungan seluruh komponen masyarakat di daerah.
Pemerintah pusatpun memberikan penhargaan kepada Pemprov Sulut atas inisitif menerbitkan Perda Kawasan Bebas Rokok di lingkungan Kantor Gubernur demi merealisasikan sejumlah program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), termasuk di dalamnya dukungan bidang kesehatan untuk menopang sektor pariwisata yang sedang gencar dilakukan pemerintah ODSK.
Berbagai infrastruktur bidang kesehatan terus juga mendapat perhatian sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat Sulut salah satunya perluasan dan penambahan ruang bangunan RSUD Noongan yang terletak di Kabupaten Minahasa dan kesiapan pembangunan RSUD tipe B di Kalasey Kabupaten Minahasa.
Tentunya, gerak langkah bidang Pertanian/Peternakan dan Kesehatan ini merupakan amanat rakyat bagi Kepemimpinan ODSK dalam pengabdian dengan ketulusan dan keikhlasan, demi mempersembahkan kinerja terbaik kepada Rakyat Sulawesi Utara tercinta dari Miangas hingga Pinogaluman.
Kepemimpinan ODSK bersandar pada Visi Sulawesi Utara 2016-2021 demi Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya. Sementara Misinya yakni Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industry dan jasa; Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing; Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing; Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri; Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan; Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur; Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.
Program kedua bidang di atas yakni bidang Pertanian/Peternakan dan bidang Kesehatan tentunya ikut memberisumbangsih pada Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara yang mengalami peningkatan sebesar 0,15%, dari angka 6,17% di tahun 2016 meningkat menjadi 6,32% di tahun 2017.
Sedangkan untuk PDRB di tahun 2017, harga berlaku berada pada angka 110.16 triliun rupiah dan untuk harga konstan berada pada angka 79.50 triliun rupiah, untuk tahun 2018 pada semester pertama PDRB harga berlaku berada pada angka 56.02 triliun dan untuk harga konstan berada pada angka 39,55 triulun rupiah.
Angka kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2016 mampu ditekan hingga pada angka 8,20% dan terus menurun hingga pada angka 7,9% di tahun 2017. Sedangkan angka pengangguran pada tahun 2016 sebesar 6,20% mampu ditekan hingga 6,18% di tahun 2017, dan di smester pertama tahun 2018 berada pada angka 6,09%.
Untuk Inflasi Sulawesi Utara Tahun 2016 sebesar 3,31%, turun menjadi 2,44% di tahun 2017. Hal ini turut di dorong oleh gerakan menanam BARITO (bawang, rica, tomat) yang dinilai berhasil memberikan kontribusi positif dalam pengendalian inflasi daerah, bahkan Sulawesi Utara melaui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai TIPD terbaik tingkat provinsi di kawasan Sulawesi.
Tidak bisa dipungkiri, program kerja dari setiap bidang, khususnya bidangan Pertanian/Peternakan dan bidang Kesehatan telah mengikuti proses penyusunan melalui Ranperda RPJMD Provinsi Sulawesi Utara, Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2017, Penyusunan dan penandatanganan kesepakatan KUA dan PPAS tahun 2017, serta KUA dan PPAS Perubahan 2016 secara terstruktur, sistimatis, tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundangan.
Pada tahun 2016, Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw telah menyusun program strategis yang dikenal dengan ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) sebagai instrument Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016 – 2021, untuk menangani secara serius masyarakat miskin di Sulawesi Utara.
Tentunya, masyarakat Sulawesi Utara berharap, di tangan ODSK cita cita menuju masyarakat yang sejahtera dan makmur bukan hanya sekedar sebuah harapan yang tidak pasti, melainkan kenyataan praktis yang dirasakan masyarakat bahkan generasi yang akan datang. Dasar pijakan yang kuat, akan mengokohkan bangunan yang bernama Sulawesi Utara sebagai “Rumah Bersama, Sejahtera dan Makmur” karena dengan Sulut menabur Kerja Keras, maka kelak akan menuai Pretasi Hebat. Proficiat ke 54 Provinsi Sulut. Jayalah Negeriku, Sejahteralah rakyat Sulut. (Chris) (ADVETORIAL/HUMAS PEMPROV SULUT)





