Toemandoek : Sulawesi Utara Daerah Paling Toleran di Indonesia

Topiksulut.com, SULUT – Terkait banyaknya isu hoax yang menyebar bebas di media sosial tentang radikalisme, intoleran dan isu-isu hoax, tokoh masyarakat asal Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang juga dikerahui menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pengelolaan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut DR. Ir. Ricky Toemandoek M.Si ketika bertemu dengan awak media (Senin 22/10/2018) lalu mengatakan secara tegas bahwa Provinsi Sulawesi Utara merupakan Provinsi paling Toleran di Indonesia.

“Sulut itu daerah paling tinggi dalam menjunjung sikap toleransi antar suku budaya dan agama, kita jangan mau di adu dimba dengan berita-berita hoax, apalagi dengan isu-isu yang suka membalikkan fakta yang ada, mari kita tetap bersatu menjaga kebhinekaan di Sulawesi Utara tercinta ini”, tegas Toemandoek.

Menurut Toemandoek, dalam beberapa tahun belakangan Sulawesi Utara makin berkembang, baik Sumber Daya Manusia (SDM) hingga infrastruktur yang kian ramai menghiasi Sulut.

“Kita lihat saja, pembangunan daerah makin pesat, belum lagi kunjungan domestik dan mancanegara yang kian menjamur disini, jadi kalau ada isu-isu hoax, sepertinya tidak cocok dengan daerah kita”, sambungnya.

“Ini bukti peningkatan kesejahteraan rakyat dan masyarakat kita (Sulawesi Utara, red). Apalagi, Sulut telah menjadi salah satu tempat selain Bali sebagai MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). Buktinya, saat ini dan kedepan banyak acara-acara tingkat nasional dan internasional dilaksanakan di Sulut. Sehingga, membuat hotel-hotel penuh, rumah makan juga ramai, serta tempat wisata dikunjungi wisatawan,’’sebut putra Minsela ini”, jelas salah satu oejabat senior di lingkup Pemprov Sulut tersebut.

Jebolan Lemhanas (Toemandoek) itu pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk melawan dan menangkal setiap berita hoax yang mencoba merusak kedamaian di Sulawesi Utara.

“Mari bersama kita tolak paham-paham intoleran dan radikalisme yang coba-cova merusak tolaransi kita yang ada di Sulut, lapor ke Polisi, jangan biarkan provokator merusak kedamaian kita”, tegasnya.

“Ingat budaya kita yang sejak dulu melakat, seperti budaya mapalus, oposat, mapaluse“, tambahnya. (Chris)