Bantu Masyarakat di Sektor Pertanian, Archi Grup Luncurkan Program Jagung Unggulan

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN –Setelah berbagai program Corporate Social Responsbilitty(CSR) yang sudah dinikmati masyarakat, PT Meares SoputanMining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya, dua anakperusahaan PT Archi Indonesia, kembali meluncurkan program unggulan, berupa penanaman jagung.

Sabtu (26/1) akhir pekan lalu, setidaknya 8 kelompok tani asaldesa kelurahan lingkar tambang di kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara dan kecamatan Ranowulu, kota Bitung, ambilbagian pada penanaman perdana. Jagung jenis Nakula Sadewa(Nasa) 29., di Sekolah Lapang Pertanian Terpadu milik PT MSM dan PT TTN.

Program ini sendiri, adalah kerjasama antara PT MSM, PT TTN, Forum Komunikasi Kerjasama Multipihak (FKKM), BalaiPenyuluhan dan Pengkajian Tanaman Pertnian (BPPTP) Sulawesi Utara, Balai Penelitian Tanaman Sereal (BPTS), Maros.

Kepala BPPTP Sulut, Ir. Harlin Kasim, menyatakan apresisasiyang tinggi terhadap kepedulian perusahaan dalam menyokongpeningkatan taraf kehidupan petani., dengan menyiapkan kebunpercontohan ini.

Sekalipun waktunya singkat dengan berbagai persiapan yang cukup banyak, namun keseriusan kelompok tani yang ditopangPT MSM dan PT TTN, kegiatan penanaman perdana dihari ini, dapat terlaksana sesuai yang kita harapkan,’ ujar Harlin Kasim.

Sementara, kepala Balai Penelitian Tanaman Sereal Maros, diwakili Bachtiar, berharap kegiatan penanaman yang diupayakan PT MSM dan PT TTN adalah sebuah percontohanbagi Sulawesi Utara.

“BPTS, sekalipun berkedudukan di Maros, Sulawesi Selatan, namun memonitor seluruh kegiatan sejenis di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan kegiatan hari ini, dapat menjadi langkahawal penanman jagung varietas unggul di Sulut,” pintanya.

Sejumlah kelompok Tani yang haadir, sangat antusias mengikutiproses dan penyuluhan tentang varietas ini. Kelompok Tani yang hadir adalah, Berkarya desa  Winuri, Baru Terbit  desaMarinsow, Sari Jagung desa Maen, dan Indah Bersama desaMarinsow.

Dijelaskan, keunggulan Jagung Varietas Nasa 29 ini adalah, panen sebanyak 11.9 – 13.7 Ton/Ha, Rendemen Biji Tinggi, Warna Orange, Mudah di pipil dengan mesin, Tongkol tidakmudah busuk, Tahan penyakit Bulai dan Beradaptasi di daerahdataran rendah.

Tentang hal ini, Manager CSR PT MSM dan PT TTN, Yustinus HAri Setiawan mengatakan, pihaknya tidak setengah setengah dalam meluncurkan program ini.

Karena itu pemilihan jagungvarietas Nasa 29 dengan melibatkan institusi berkompeten, sudah dirasa tepat.

“Kami memang sangat selektif memilih varietas, termasukmenyusun program ini secara serius dan intens, karena sangatberharap, program ini menjadi unggulan dan dapat memberikannilai lebih untuk petani,” kata Yustinus.

Hadir dalam penanaman perdana ini, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan,  Minahasa Utara, Ir. Wangke Karundeng, Tripika kecamatan Likupang Timur dan Ranowulu, Pemerintah desa dan kelurahan lingkar tambang, PengurusFKKM, serta sejumlah petani.

Kegiatan  ini  di  hadiri  oleh  perwakilan  managemen  PT.  MSM/PT.TTN  Bpk.  Sarto  Kariman,  perwakilan Balai Penyuluhan dan Pengkajian Tanaman Pertanian(BPPTP) Sulut Ibu Ir. Harlin Kasim, Balai Penelitian Tanaman  Sereal  Maros  Bapak  Bachtiar  (Peneliti  Utama),  Kepala  Dinas  Pertanian  Perkebunan  dan Peternakan  Bapak  Ir.  Wangke  Karundeng  ,  Perwakilan Tripika  Kec.  Ranowulu  dan  Likupang  Timur, Hukum  Tua  dari  Desa  Lingkar  Tambang,  Kelompok  Tani dari  Desa  Binaan  serta  seluruh  personil Departemen Kemasyarakatan PT. MSM/PT. TTN

Kegiatan  penanaman  jagung  ini merupakan  bagian  dari  program  pemberdayaan masyarakat  PT.  MSM/PT.TTN  yang  merupakan  bagian yang  tidak  bisa  dipisahkan  dari  kegiatan operasional perusahaan.

Jadi jika ada kegagalan dalampelaksanaan PPM, adalah merupakan bagian dari karyawan yang ada dan jika program PPM ini berhasil, itumerupakan sumbangsih dari semua pihak.

Ir.  Wangke Karundeng  : memberikan apresiasi  kepada PT.  MSM/PT.TTN yang mempunyai  kepedulian pada bidang pertanian. Untuk itu dari dinas pertanian sangatmendukung kegiatan seperti ini dan siap untuk  membimbing  petani-petani  yang  tergabung  dalam kelompok  binaan  untuk  mengembangkan usaha  ini, bahkan  saat  ini  pihak  kami  mulai  membantu para  petani  lewat  bantuan  bibit,  peralatan pertanian  dan  penyuluhan.    Sangat  diharapkan  pula  para  petani  itu  dapat  memanfaatkan  teknologi untuk saling memberikan informasi dengan para penyuluhpertanian yang ada di tiap kecamatan.

 Dilokasi yang sama,  Ir.  Harlin  Kasim sangat  berterima  kasih  sekali  atas kepedulian  PT.MSM/PT.  TTN  yang  mengadakan kebun percontohan ini.

Sebab dari diskusi/komunikasi, kesiapan lahan, penyediaan bibit , pembentukan kelompok  bukan  hanya  membutuhkan waktu  yang  singkat dan  tenaga  yang sedikit  untuk  tercapainya

kegiatan ini, semoga keseriusan yang ada dapat terbayarkan.

 Sama halnya yang dikatakan, Bachtiar  yang secara tegas mengatakan bahwa Balai  Serelia  ini  hanya  1  di  Indonesia  yang berkedudukan  di  Maros,  Sulawesi  Selatan;  tapi wilayah  kerjanya  di  seluruh  Indonesia.  Tugasnya  adalah menciptakan  varietas.  Dan  berharap  kepada seluruh masyarakat termasuk PT. MSM/PT.TTN turut berpartisipasi dalam hal ini agar benih unggul yang diciptakan  sampai  pada  masyarakat.  Kendala  yang  ada  di  lembaga  kami  adalah  keterbatasan  yang  membawa  ke  masyarakat. Oleh  karena  itu  kami  sangat bersyukur  karena PT.MSM/PT.TTN  agar  dapaT memproduksi benihnya dan membagi ke masyarakat. Bahkanjika  ada keinginan  masyarakat terhadap jenis varietas unggul yang lain, kami dari balai siapmendukungnya. Saya juga mengusulkan untuk tiap kelompok tani yang berpartisipasi dapat membentuk grup di WA, memanfaatkan teknologi agar saling memberikan informasi mengenai kondisi perkebunan mereka.

Yusak pun mengatakan bahwa program penanaman benih jagung untuk bibitproduksi varietas Nasa 29 ini adalah bagian kerja sama  program  pengembangan  kawasan  agribisnis  jagung antara  PT.  MSM/PT.TTN,   Balai  Penyuluhan dan Pengkajian Tanaman Pertanian(BPPTP) Sulut dan BalaiPenelitian Tanaman Sereal yang berpusat di Maros, Sulawesi  Selatan.  

Proyek percontohan program  pengembangan kawasan agribisnis jagung  ini, diikuti oleh 8 kelompok tani dari 8 desa lingkar tambang dengan luas area yang akan di garap ± 120 Ha.

Program  ini  merupakan  komitmen  dari  tanggung  jawab social  PT.  MSM/  PT.  TTN  melalui  program pemberdayaan  dan  pengembangan  masyarakat  untuk berpartisipasi  dalam  peningkatan  taraf  hidup masyarakat melalui program ekonomi yang berkelanjutan.

PT.  MSM  /PT.  TTN  yang  bukan saja  membantu  lewat pembiayaan atau  penyediaan  fasilitas  peralatan pertanian  tetapi  juga  menyiapkan  penyuluh  yang  terhubung  dengan  lembaga-lembaga  tersebut. (CHRIS)