Topiksulut.com, PEMERINTAHAN – Guna mengimplementasikan instruksi Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw dalam pengentasan angka kemiskinan di Sulut seperti yang tertuang dalam program prioritas Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK), maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah (Disnakertransda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mengoptimalkan kinerja serta penjaringan tenaga kerja daerah.
Hal ini disampaikan Kepala Disnakertransda Sulut Erny Tumundo melalui Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri dan Penggunaan Tenaga Kerja Asing, Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Ferry Ferdy Teterego SH yang ketika ditemui diruang kerjanya (Kamis 30/1/2020).
mengatakan bahwa grafis angka pengangguran terbuka sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami angka penurunan signifikan selang empat tahun kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.
“Jadi kalau kita lihat presentasenya, di tahun 2016 tingkat pengangguran terbuka di Sulut sebesar 7,82%. Kemudian tahun 2017 mengalami penurunan dengan angka 7,18%. Tahun 2018 turun menjadi 6,86%, dan tahun 2019 turun lagi menjadi 6,25%,” jelas Teterego.
Teterego pun mengatakan bahwa instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut untuk memaksimalkan program dan inovasi di sektor ketenagakerjaan merupakan salah satu target di tahun 2020, terutama menekan angka pengangguran di provinsi yang dijuluki daerah Nyiur Melambai ini.
“Karena kita mengacu dari arahan pimpinan, kita juga di sini dituntut dapat memaksimalkan program dan inovasi. Target kita di 2020 ini, angka pengangguran dapat turun signifikan,” ucap Ketua Umum Komunitas BIFI MERAH tersebut.
Dikesempatan yang sama, Teterego pun membocorkan terkait salah satu programnya yaitu menyiapkan kegiatan pameran bursa kerja (job fair) dengan melibatkan para mitra kerja baik universitas untuk menggandeng perusahaan-perusahaan di Sulut yang akan membuka lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja (pencaker) di daerah ini.
“Ya, nanti Maret kita bekerjasama dengan Universita Politeknik Manado akan menggelar Job Fair”, sambungnya lagi.
Menariknya, Teterego mengatakan bahwa instansinya tidak hanya menjaring para pencari kerja dari kalangan tamatan SMA/SMK maupun Sarjana, tapi juga akan melakukan inovasi untuk manjaring para pencari kerja yang tidak tamat di bangku Sekolah Dasar (SD).
“Tidak hanya yang SMA atau Sarjana, nanti kota juga akan menjaring para pencari kerja yang ijazah terakhirnya hanya sampai SD. Pasalnya, sesuai data BPS tersebut, dari angka 6,8% pengangguran terbuka, ada sekira 2,4% pengangguran yang tidak tamat SD.
Teterego menjelaskan, turunnya angka pengangguran tersebut tak lepas dari upaya Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw menggenjot sektor pariwisata Sulut. Banyak kunjungan wisatawan asing (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) memberikan efek positif menghidupkan perekonomian daerah.
“Banyak perusahaan ikut menyerap tenaga kerja. Baik perhotelan, jasa dan tempat usaha lainnya. Ini bukti nyata bagaimana upaya Pemprov Sulut mendorong kesejahteraan bagi masyarakat Sulut,” bebernya. (CHRIS)





