TopikSulut,Bitung- Pemkot Bitung dinilai tak serius menangani pandemi Covid-19. Pasalnya, berbagai kebijakan selain dianggap belum efektif, juga disejumlah Puskesmas masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sangat memprihatinkan saat ini, saat semua bersatu meawan covid-19, ternyata tenaga medis di Puskesmas kekurangan APD. Padahal anggaran yang digeser untuk penanganan covid cukup besar, yakni sekitar 25 miliar rupiah,” ujar aktivis GMNI, Rendy Rompas, SH.
Senada juga dikatakan anggota komisi 19 DPRD Kota Bitung, Habriyanto Achmad, SH. Dirinya menilai sejumlah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung dalam penanganan corona belum diterapkan secara efektif. Selain masalah upaya pengendalian, eksekusi program untuk membantu masyarakat pun terkesan lamban dilakukan.
“Saya menilai pelaksanaan kebijakan yang ada di lapangan belum bisa dikatakan berjalan baik. Masyarakat masih kesulitan dalam mendapatkan bantuan yang sekiranya dibutuhkan,” ucapnya kepada awak media, Minggu (19/4/2020).
Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan pun terlihat ‘pilih kasih’. “Distribusi bantuan masih tidak relevan ke masyarakat, akibatnya warga masih ada yang gigit jari karena belum mendapat kepastian bantuan tersebut,” ujarnya.
Habriyanto menegaskan pada masa krisis seperti ini, data dan informasi sangat diperlukan sebagai bahan untuk merancang strategi penanggulangan virus yang sudah menjadi pandemi. “Ini kejadian luar biasa. Maka penanganannya juga harus luar biasa,” tegasnya.
Tak hanya bantuan ke masyarakat, lanjut Habriyanto, hingga para tenaga medis pun masih kekurangan Alat Perlindungan Diri (APD) padahal ini sangat sentral terkait penanganan dan pencegahan virus corona.
“Sangat memprihatinkan, para tenaga medis di jajaran pemkot Bitung, terutama di sejumlah Puskesmas, masih memakai jas hujan sebagai Alat Perlindungan Diri (APD),” cetusnya.
“Saya meminta instansi yang berwenang, agar betul-betul serius menangani terkait sosial masyarakat dan juga perlindungan tenaga medis. Kan dananya sudah dianggarkan, transparansi dan keseriusan sangat dibutuhkan. Fokus, jangan terkesan ikut ramai,” kata legislator dari dapil Girian-Madidir ini. (hzq)

