Didatangi Kapolres Dan Dandim, Tenda Penjualan Takjil Dipusat Kota Dibongkar

TopikSulut,Bitung- Adanya komplain warga lewat sosial media sejak Jumat (24/4/2020) perihal tenda penjualan takjil atau pasar ramadhan di pusat kota Bitung, langsung direspon Kapolres Bitung, AKBP F.X Winardi Prabowo SIK, dengan mendatangi lokaai tersebut Sabtu (25/02/2020).

Dalam penijauan tersebut, Kapolres hadir bersama Dandim 1310 Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat, Asisten II Pemkot Bitung, Drs Jefri Wowiling, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Drs Benny Lontoh, MA, Kabag Ops Polres Bitung Kompol Moh. Kamidin, Kapolsek Maesa Kompol Elia Maramis, Kasat Intelkam Polres Bitung AKP Jocke J eteng serta Danramil 1310, Lettu Yulen Kasiaheng.

Kapolres Bitung, AKBP F.X Winardi Prabowo SIK mengatakan, dalam peninjauan tersebut untuk mengingatkan para pedagang kuliner agar dapat memperhatikan sosial distencing dalam rangka pencegahan Covid-19.

Baca juga:  Polisi Tetapkan 10 Tersangka Perkelahian Antar Kelompok di Belang Minahasa Tenggara

“Pedagang dan pembeli yang beraktivitas dalam pasar kuliner di pusat Kota agar utamakan sistem jaga jarak agar supaya bisa mencegah terjadinya penyebaran Covid-19,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bitung, Benny Lontoh menyatakan, tenda sebagai tempat jualan sudah di bongkar. Pemkot Bitung menurutya tidak melakukan pembiaran saat para pedagang akan berjualan dipusat kota, karena pemkot menurutnya menghormati umat Muslim yang baru mulai berpuasa.

“Pertimbangan utama kami adalah semata-mata utk menghormati umat Muslim yg baru mulai berpuasa. Masalahnya muncul karana animo masyarakat yabg sangat besar sehingga pihak panitia kelabakan mengatur lay out berjualan sehingga berakibat terjadinya kerumunan orang banyak padahal pihak pemkot telah memberikan beberapa penegasan terkait antisipasi penyebaran covid19 seperti menjaga jarak antar pedagang, penggunaan masker, tempat cuci tangan, dan lain-lain,” tandas Lontoh sembari menambahkan, karena kondisi para pembimeli tidak bisa di jamin, tendanya bongkar.

Baca juga:  Ini Klarifikasi Pengawas SPBU Amurang Terkait Pengisian Jerigen

Meski begitu, kata mantan Camat Madidir ini menjelaskan, para pedangang kuliner di berikan kesempatan untuk berjualan dipinggir jalan dan harus memperhatikan jaga jarak antar penjual. “Diberikan kesempatan untuk mereka tapi dipinggir jalan,” pungkas pungkasnya. (hzq)