TopikSulut,Bitung- Ketua DPRD Bitung, periode 2009-2014, Santy G Luntungan, ST mengkritisi kebijakan pemkot Bitung, yang menjadikan SMPN 6 di Sagerat, sebagai rumah singgah sementara.

Luntungan yang merupakan warga Kelurahan Sagerat mempertanyakan alasan sekolah yang terletak tepat didepan rumahnya tersebut dijadikan rumah singgah, karena menurutnya selama ini diketahui ada rusunawa di samping Puskesmas Sagerat yang dijadikan rumah singgah.
“Sekolah, dijadikan tempat rumah singgah. Tidak ada petugas maupun tanda-tanda yang menunjukkan kalau sekolah itu dijadikan rumah singgah dan keterbukaan informasi pun tidak ada sama sekali untuk mempertanyakan keberadaan rumah singgah itu. Apakah yang dilakukan pemerintah kota Bitung itu resmi, diketahui oleh warga setempat? Karena setelah kami cek Lurah saja tidak tau dan tidak ada pemberitahuan kewarga sekitar,” ujar SGL sapaannya penuh tanya kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).
Politisi yang mahir di dunia otomotif khususnya shalom dan road race ini mengatakan, keberadaan rumah singgah sangat tidak sesuai dengan standart prosedur karena dari amatannya tidak ada petugas yang melakukan penjagaan dan tidak ada fasilitas pendukung lainnya sesuai standart kesehatan. “Sehingga dikuatirkan, ketika ada penghuni di rumah singgah lalu keluar ke warung misalnya, terjadi kontak dengan warga sekitar yang tidak terinformasi status kesehatan mereka apakah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Orang Tanpa Gejala dan lainnya,” tukasnya.
Kedepan kata Luntungan, dalam rangka musibah bencana non alam seperti ini, kami harap pemerintah dan semua pihak dalam mengambil kebijakan harus di pikirkan matang-matang dan di beri tau ke warga. Agar warga tidak ada rasa cemas dan takut, karena bicara tentang covid 19 sangat sensitif.
“Pemkot Bitung sepertinya sudah menyepelehkan warga kelurahan Sagerat. Atau kami di Sagerat dianggap sudah bukan wilayah kota Bitung. Hal ini juga terlihat dimana pemeriksaan orang masuk tidak dilakukan di batas kota, tapi di KEK. Sekarang dibuatkan rumah singgah,” kata putra mantan Sekda Bitung dan Bupati Minsel, Ramoy Luntungan ini.
dr Jeannet Watuna selaku kepala Dinas Kesehatan kota Bitung mengatakan, terhitung sejak Jumat (29/5/2020) sore SMPN 6 Sagerat sudah tidak di jadikan rumah singgah. “Jadi ada dua orang yang sempat di pantau disitu, yaitu pelaku perjalanan lintas provinsi yang di periksa oleh kantor kesehatan pelabuhan dan dinas kesehatan. Saat dirapid test hasilnya reaktif dan karena tidak ada keluarga atau tempat tinggaldi Bitung sehingga kami titipkan sementara disitu. Saat ini kedua orangitu, oleh petugas sudah evakuasi ke rumah singgah pemerintah Kota Bitung di rusunawa dekat Pasar Pinasungkulan Sagerat,” jelas Watuna. (hzq)

