Kunjungi Manado, BRANI : BP2MI Akan Menjadi Mimpi Buruk Bagi P3MI Nakal.

TopikSulut.com,Manado – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani berkunjung di Kota Manado dan menggelar Silaturahmi serta sosialiasi UU.18 Tahun 2017 (Kamis 6/8/2020).

Ini merupakan kali pertama dirinya kembali ke sulawesi utara, pasca dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo 15 april 2020 di Istana Negara Jakarta. Dalam Silaturahmi ini hadir sejumlah Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Aktifis, Mahasiswa serta para insan Pers yang ada di Sulwesi utara.

Dalam kesempatan tersebut Benny Rhamdani yang juga merupakan jebolan aktifis 98 mengungkapkan BP2MI menghadapi sejumlah tugas berat terutama memberantas sejumlah kejahatan yang ada di BP2MI.

“Sesuai data jumlah pekerja migran yang sesuai prosedur berjumlah 3,7 juta, tetapi sesunggunya jumlah keseluruhan pekerja migran yang saat ini berada di luar negeri berjmlah 9 juta. berarti ada sekitar 5,3 juta pekerja migran yang ada di luar negri saat ini yang berangkat secara non prosedural oleh sejumlah perusahaan nakal. Ini merupakan kejahatan yang terorganisir dan sistematis yang melibatkan pemilik modal dengan oknum-oknum yang memiliki kekuasaan,”ungkapnya.

Mantan senator RI asal Sulut ini juga menegaskan, BP2MI akan terus berkomitmen dalam memerangi sindikat penempatan PMI non prosedural dan akan terus memburu para penyalur pekerja migran ilegal di Indonesia.

Baca juga:  Boulevard Bertransformasi: Arsitektur Kebangsaan Menggelora dalam Simfoni Merah Putih

“Saya pastikan bahwa BP2MI akan selalu menjadi mimpi buruk bagi P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) yang nakal,” tegas BRANI sapaan akrab Benny.

Oleh sebab itu Benny memperingatkan agar P3MI tidak mencoba bermain dengan kemanusiaan. Apalagi sampai menginjak-injak hukum dan mengabaikan kewibawaan negara dengan merendahkan Indonesia di bawah bendera perusahaan. (Enal)