Warga Sulut Wajib Baca, Dari Pengentasan Kemiskinan hingga Infrastruktur, Pemerintah Provinsi Berhasil Buktikan Prestasinya

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN – Sebagai Pemerintah yang menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah pusat serta nakhoda bagi 15 Kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi Sulut tentu harus memiliki master plan yang mumpuni untuk mengembangkan serta mensejahterahkan masyarakat yang mencapai dua juta lebih jiwa tersebut.

Untuk itu, yang menjadi salah satu misi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di periode 2016-2021 sejak di pimpin oleh dua sejoli Olly Dondokambey dan Steven Kandouw selaku Gubernur dan Wakil Gubernur, adalah peningkatan dan pemerataan kesejahteraan bagi warga di Bumi Nyiur Melambai.  

Maka untuk merealisasikan misi itu, salah satu program prioritas yang diusung adalah penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. 

Sehubungan dengan itu, Pemerintah Provinsi Sulut pun mencanangkan salah satu program unggulan yang di namai gerakan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK). 

Sembari mempertajam kegiatan-kegiatan seperti pembangunan serta percepatan infrastruktur, pengembangan pariwisata,  bantuan sosial sembari terus  bersinergi dengan program pemerintah pusat.

Penempatan program pengentasan kemiskinan di urutan pertama bukannya tanpa alasan. Berdasarkan data yang dilansir BPS Sulut, pada tahun 2015, angka kemiskinan di Bumi Nyiur Melambai relatif tinggi yaitu di angka 8,98 persen, sedangkan pada tahun 2020 angka kemiskinan  di Sulut sudah turun ke angka 7,62 persen, yang artinya program Pemprov Sulut dalam hal pengentasan kemiskinan masuk dalam kategori berhasil, meskipun tengah di landa bencana non alam yaitu Covid 19.

Apalagi presentase angka kemiskinan Sulut merupakan yang paling rendah jumlahnya dibanding sejumlah daerah lain yang ada di Sulawesi seperti, Sulawesi Tengah  12,92 persen, Sulsel  8,72 persen, Sultra  11,00, Gorontalo  15,22, serta Sulbar uang masih bertengger di angka 10,87 persen.

Tidak hanya di sektor pengentasan kemiskinan,  keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan dinakhodai oleh Olly Dondokambey dan Steven Kandouw pun dalam 4 tahun terakhir, dapat terlihat jelas di sejumlah sektor, seperti sektor infrastruktur.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Utara,  instruksi Olly Dondokambey dan Steven Kandouw terkait pemerataan Infrastrukstur di Sulawesi Utara yang saat ini bisa dinikmati seluruh masyarakat Sulut sudah terlihat jelas, seperti uraian dibawah ini.

CAPAIAN BIDANG BINA MARGA

Dari sejumlah program yang berhasil dilakukan Gubernur dan Wagub, berikut capaian dari berbagai bidang di Dinas PUPR Sulut:

PANJANG RUAS JALAN PROVINSI =  926,737 Km  (Sesuai SK Gubernur No 135 Tahun 2018) yang terdiri dari 61 (enam puluh satu) ruas jalan yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara.

RUAS JALAN PROVINSI DI KABUPATEN / KOTA yang TELAH TERSENTUH PEMPROV

KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

1. Laine – Ngalipaeng – Pintareng

2. Pintareng – Manalu

3. Langaneng – Raku – Naha

KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD

1. Lirung – Kolongan – Balang

2. Lirung – Balang

Baca juga:  Bencana Sitaro Pemprov Sulut Cepat Tanggap Sebagai Representasi Negara Di Tengah Masyarakat

3. Lirung – Bitunuris

4. Tarohan – Pulutan

KABUPATEN KEPULAUAN SIAU, TAGULANDANG, BIARO (SITARO)

1. Ulu – Ondong – Talawid

KOTA MANADO

1. Manado – Tongkaina – Wori

2. Mapanget – Molas (Manado)

3. Jln. Samratulangi (Manado)

4. Jln. Ahmad Yani (Manado)

5. Ring Road II – Paniki

6. Ring Road II – Politeknik

7. Batas Kota Manado – Mapanget

KOTA TOMOHON

1. Tomohon – Tanawangko

2. Jl Lingkar Tomohon – Rurukan – Sasaran

KABUPATEN MINAHASA

1. Makalisung – Kombi – Toliang Oki

2. Tondano – Romboken – Kakas

3. Tondano – Kembes – Manado

4. Sonder – Tincep – Maruasey

5. Wasian – Simbel – Wailang

6. Langowan – Atep – Temboan

7. Romboken – Kawangkoan

8. Tendengan – Tulap – Kora-Kora

9. Warembungan – Simpang Tiga Desa Sea (Tugu)

10. Kalasey – Sea

11. Simpang Tiga Tataaran – Unima – Tondano

12. Kasuang – Patra Tataaran – Romboken

13. Jalan Akses Pariwisata Bukit Tetempangan

14. Jalas Akses Kawasan Agrowisata Tampusu

KABUPATEN MINAHASA UTARA

1. Airmadidi – Kauditan

2. Kauditan – Kema

3. Tatelu – Klabat – Danowudu

4. Dimembe – Paniki

5. Matungkas – Paniki

6. Paniki – Soekarno

7. Kolongan – Kuwil – Sawangan

8. Marinsow – Pulisan – Pantai Pall

9. Jalan Akses TPA Regional

10. Bandara – Likupang (Alternativ)

11. Sukur – Tatelu

12. Wasian – Likupang

13. Kawangkoan – Dimembe

KABUPATEN MINAHASA SELATAN

1. Tanawangko – Kumu – Popontolen

2. Rumoong Bawah – Elusan – Tewasen

3. Pontak – Kalit – Lobu

KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

1. Ratahan – Amurang

2. Silian – Tombatu

3. Liwutung – Taboto

KOTA BITUNG

1. Jln. S. H. Sarundajang

2. Akses KEK Bitung

KOTA KOTAMOBAGU

1. Pontodon – Insili – Palelon

KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

1. Pinogaluman – Dumoga

2. Pinogaluman – Labuan Uki

3. Ponompian – Serasi – Totambuan

4. Imandi – Tambun – Uuan

KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA

1. Inomunga – Komus – Tuntung

KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN

1. Tolondadu – Salongo

KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

1. Modayang – Molobong

2. Togid – Kokapoy – Kakenturan

KONDISI RUAS JALAN

KONDISI MANTAP (Baik + Sedang) = 79,50 % (736,75 Km)

KONDISI RUSAK RINGAN                 = 9,73 % (90,13 Km

KONDISI RUSAK BERAT                   = 10,77 % (99,85 Km)

CAPAIAN BIDANG CIPTA KARYA

INFORMASI PROGRES BIDANG CIPTA KARYA :

1. Terlaksananya peningkatan jumlah SR (Sambungan Rumah ) SPAM melalui peningkatan SPAM Apela Bitung.

2. Tersedianya data dan informasi SPAM di kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga:  Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE Hadiri TIFF

3. Terlaksananya pembangunan dan pengembangan sistem drainase di Provinsi Sulawesi Utara yaitu pada drainase KSP Koridor Bitung – Kema – Airmadidi di kecamatan Airmadidi dan di kecamatan Kema.

4. Terlaksananya penyelenggaraan, pengaturan, pembinaan dan pengawasan Sistem Persampahan Regional di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu melalui Amdal TPA Regional.

5. Terlaksananya peningkatan kualitas permukiman di Kawasan Strategis Daerah Provinsi serta lintas daerah kab//kota, melalui fasilitas penunjang pariwisata di Pulau Lembeh, Pulau Lembeh 2, Desa Kumelembuay, dan pembangunan hanggar mesin enceng gondok.

6. Tersedianya dokumen pembangunan infrastuktur pada permukiman di Kawasan Strategis Daerah Provinsi, yaitu melalui DED Bunaken – Siladen – Manado Tua, dan Penataan Kawasan Tampusu.

Bahkan, baru-baru ini tepatnya pada hari Selasa 29 Maret 2020, secara virtual, Presiden RI Ir. Joko Widodo telah meresmikan Tol pertama yang ada di Sulawesi Utara dengan panjang sekitar 39 Km dari Manado sampai Bitung.

Jalan bebas hambatan yang memakan anggaran sekitar Rp 4,95 triliun ini digadang-gadang akan meningkatkan perekonomian daerah dengan karena akan memacu daya saing dan masuknya investasi.

“Saya lihat di Danowudu langsung terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitun, KEK ini diisi Pak Gubernur untuk menarik investasi,” ujar Basuki, yang kala itu hadir langsung dilokasi peresmian Tol Manado- Bitung tersebut.

Adapun pembangunan jalan tol terdiri atas dua seksi. Seksi I meliputi ruas Manado-Airmadidi sepanjang 14 kilometer dibangun oleh pemerintah. Sedangkan seksi II yang meliputi ruas Airmadidi-Bitung sepanjang 25 kilometer dibangun oleh PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) yg di Direkturi oleh George I.M.P Manurung

Keberadaan jalan tol digadang-gadang mampu memangkas waktu tempuh signifikan. Untuk rute Manado-Bitung, dari sebelumnya 1,5-2 jam, dengan adanya jalan tol waktu tempuh akan menjadi 30-45 menit saja.

Ruas tol Manado-Bitung sudah bisa dimanfaatkan masyarakat pada Rabu, 30 September 2020 atau sehari setelah diresmikan. Hingga dua pekan mendatang, pengendara yang melintasi jalan tol tidak akan dipungut biaya alias gratis.

Setelah pengoperasioan normal, pihak pengelola akan memungut tarif jalan tol.  Pada tahap perdana ini, khusus ruas Manado-Danowudu, tarif dipatok sebesar Rp1.100 per kilometer. Tarif tol tersebut jauh lebih rendah dari tarif di jalan tol lain di Pulau Jawa.

Setelah seluruhnya beroperasi, Jalan Tol Manado – Bitung akan memiliki lima gerbang utama. Kelimanya adalah GT Manado, GT Airmadidi, GT Kauditan, GT Danowudu, dan GT Bitung.

Jalan tol ini pun ditargetkan memiliki total dua lokasi peristirahatan atau rest area yang terletak di STA 3+000 (arah Manado) dan STA 3+500 (arah Bitung). Selain itu, Jalan Tol Manado-Bitung akan dilengkapi dengan lima simpang susun dan dua belas jembatan.