“Dumia Umbanua”, Tradisi Adat Yang Dipertahankan Desa Dimembe-Laikit

TopikSulut.com,Minut- Pemerintah Desa Dimembe dan Desa Laikit terus mempertahankan acara adat “Dumia Umbanua” atau bersih-bersih kampung, Jumat 29 Januari 2021.

Dalam prosesi adat yang dipimpin oleh Tonaas Sam Wantania ini, bertujuan untuk mendoakan 2 kampung ini agar terhindar dari bencana dan penyakit, turut dihadiri oleh Camat Dimembe Ansye Dengah SSos, Kapolsek Dimembe, Kumtua Dimembe Johanis Tuwaidan,
Kumtua Laikit Johana Ngani Spd, anggota DPRD Minut Paulus Sundalangi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas dimana menggunakan protokol kesehatan.


Kegiatan ritual Dumia Umbanua yang dimulai sejak pagi dengan memotong seekor babi dan dilanjutkan dengan ziarah ke kuburan Opo Ngani yang berada di perkuburan desa dan dilanjutkan dengan berkeliling kampung sambil mencipratkan air yang sudah didoakan agar warga pada tahun ini terbebas dari marah bahaya. Kegiatan pun selesai berakhir di tugu Pasela Mbanu Daikit Tinani.


Kumtua Laikit Johana Ngani Spd mengatakan, prosesnya dimulai dari Desa Laikit karena sejak desa ini terbentuk tahun 1775, dipersatukan di Pasela di depan balai Desa Dimembe. Tradisi Dumia Umbanua ini akan dipertahankan dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman agar bisa dilaksanakan oleh anak cucu generasi mendatang.

“Karena ini kearifan lokal yang jarang di desa-desa lainnya. Tujuannya meminta permohonan kepada Tuhan agar di tahun yang baru ini mendapat berkat, dilindungi mata pencarian penduduk yang berbeda-beda seperti bertani, pedagang, pegawai dan sebagainya. Ini bukan menyembah berhala, bukan bertentangan dengan iman. Tapi kita tetap utamakan Tuhan Allah,” tambahnya. (GB)