2 Ribuan Tenaga Pengajar Minut Akan Divaksin AstraZeneca

Topiksulut.com,Minut-Pemkab Minut melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Minut dalam waktu dekat ini akan melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca terhadap 2 ribuan tenaga pengajar yang ada di daerah tersebut. Penyuntikan vaksin ini penting mengingat pemerintah akan memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi semua sekolah di tahun ajaran baru pada bulan Juli mendatang. Datanya sudah dikirimkan ke Dinkes Sulut untuk permintaan vaksin AstraZeneca.

“Untuk tenaga pengajar atau guru akan disuntik vaksin AstraZeneca karena ketersediaan vaksin Sinovac sudah tidak mencukupi. Saat ini sisa vaksin Sinovax tinggal sebanyak 1.200,” ujar Plt Kepala Dinkes Minut, dr Youce Togas kepada wartawan, Selasa 6 April 2021.

Togas pun menjamin jika vaksin baru itu aman dan tidak membahayakan bagi penggunanya. Kalaupun ada gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), itu hanya sebatas demam biasa dan tidak akan beresiko sampai meninggal dunia. “Apa bedanya dengan saat kita suntik imunisasi BCG, pasti akan timbul gejala demam. Dan kasus ini tidak akan membahayakan karena masih bisa ditolerir oleh tubuh manusia. Tapi tidak semua orang akan kena demam,” jelas Togas.

Baca juga:  WaBup Minahasa Audiensi ke Kementerian Kebudayaan RI Bahas Dukungan Pemajuan Kebudayaan Daerah

Ditambahkan Togas, Dinkes Minut sampai saat ini sudah meminta 18 ribu vaksin dimana itu akan diberikan bagi 12 ribu lanjut usia dimana sisanya untuk ASN dan umum. “Untuk mereka yang melakukan pelayanan publik seperti ASN, tenaga kesehatan dan sebagainya, sudah dilakukan vaksin. Kecuali pemerintah desa yang belum mendapatkan vaksin,” jelasnya seraya menambahkan jika warga yang akan mendapat vaksin tahap kedua, itu masih menggunakan vaksni Sinovac karena tidal bisa dicampur dengan AstraZeneca.(gebe)