Topiksulut.com,Minut-Kekurangan gizi dalam waktu yang lama pada anak menyebabkan gagal tumbuh kembang yang lebih sering disebut stunting. Di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sendiri sepanjang tahun 2020 kemarin, Kecamatan Wori menjadi daerah paling tinggi kasus stunting pada anak. Hal ini sesuai dengan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Minut.
“Memang tertinggi di Kecamatan Wori, tapi sudah ada upaya dari pemerintah daerah dan kecamatan untuk menurunkan jumlah kasus,” ujar Plt Kepala Dinkes Minut, dr Youce Togas kepada wartawan, Selasa 6 April 2021.
Dirincikan Togas, sepanjang 2020, Kecamatan Wori memiliki 110 kasus stunting, disusul Kecamatan Talawaan 58 kasus, Kecamatan Kema 38 kasus, Kecamatan Likupang Timur (Liktim) 36 kasus, Kecamatan Kalawat 34 kasus, Kecamatan Airmadidi 32 kasus, Kecamatan Kauditan 24 kasus, Kecamatan Likupang Selatan (Liksel) 23 kasus, Kecamatan Dimembe 14 kasus dan Kecamatan Likupang Barat (Likbar) 10 kasus. “Jumlah kasus stunting di Minut setiap tahunnya menurun. Ini dibuktikan jika tahun 2018 pernah mencapai 35%, turun menjadi 18% di tahun 2019 dan turun lagi jadi 3% di tahun 2020,” jelas Togas.
Ditambahkan Togas jika selama 3 bulan terakhir ini ada 18 desa di Minut yang menjadi daerah lokus dengan 208 kasus stunting. Jumlah tersebut diharapkan akan menurun mengingat penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinkes Minut. “Ada 15 SKPD yang menangani stunting. Dinkes sendiri tugasnya hanya untuk perbaikan dan pemantauan gizi ibu hamil dan anak sebesar 30%, sisanya ditangani oleh SKPD lainnya,” tutupnya.(gebe)






