TopikSulut- Sosok Pnt Ir Maurits Mantiri yang dikenal sederhana, sudah memberi diri dalam pelayanan sebagai Guru Sekolah Minggu dijemaat GMIM Pniel Manembo-nembo, Kota Bitung sejak tahun 1981-1990, saat usianya masih remaja.
Usai sebagai guru sekolah Minggu, MM begitu sapaanya, melanjutkan pelayanan sebagai Penatua Pemuda jemaat Pniel hingga beberapa periode, yang terus dilanjutkannya hingga Penatua Pria Kaum Bapa.
Sabtu, (26/3/2022) dinihari, di GOR Duasudara Bitung, menjadi salah satu hari bersejarah dan penting bagi sosok pekerja keras yang mengawali karirnya sebagai buruh harian pada sebuah perusahaan ikan kaleng di Kota Bitung. Jalan Tuhan tak ada yang tahu. Ditanggal yang sama dengan kurun waktu 57 tahun silam, terjadi siklus kehidupan sosok sederhana yang luar biasa. Kita mengenalnya dengan frasa, from zero to hero.
Lahir di Bitung sebagai putera keempat dari pasangan keluarga sederhana Mantiri Tataung, yakni ayah, Max Mantiri yang berasal dari Tontalete Kema Minahasa Utara dan ibu, Sance Tataung yang berasal dari Beong Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro), 26 Maret 57 tahun silam, kini merayakan hari ulang tahun di hadapan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Sekretaris Umum BPMS, Pdt. Evert Tangel, S.Th, M.Pd.K., jajaran Panitia Pemilihan, seribuan lebih peserta Rapat Pemilihan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM, dan ratusan warga Bitung yang hadir memberikan surprise di GOR Dua Sudara.
Ir. Maurits Mantiri, M.M, subuh tadi Sabtu 26 Maret 2022 pukul 03.15 membacakan pernyataan kesediaan diri menjadi Ketua Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM periode 2022-2027 usai dipercayakan oleh 99 persen pemilih Komisi P/KB Sinode GMIM.
Keterpilihan Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) sekaligus Ketua DPD PIKI Sulut ini menambah daftar panjang riwayat pelayanan gerejawi mantan Wakil ketua DPRD dan Wakil Wali Kota, yang saat ini menjadi Wali Kota Bitung. Sejak menjadi Ketua Pemuda GMIM Jemaat Pniel Manembo-nembo tahun 1990, tahun 2022 ini merupakan tahun ke-32 bagi pemegang sabuk kuning olahraga beladiri kempo ini.
Tak banyak yang tahu, jika Maurits Mantiri sejak masih duduk di bangku sekolah telah menjadi aktivis lingkungan yang membuat dirinya menjadi dekat dengan banyak kalangan masyarakat. Saat kuliah di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Sam Ratulangi, Maurits dipertemukan dengan banyak aktivis lingkungan di fakultas tersebut. Ditempa dengan baik sebagai seorang aktivis lingkungan, membuat pria berkumis tipis ini banyak dikenal masyarakat. Apalagi usai kuliah, dirinya banyak memimpin organisasi kepemudaan. Tapi, hal itu tidak serta merta membuat Maurits terjun ke dunia politik. Dirinya memilih untuk bekerja terlebih dahulu.
Usai kuliah, Maurits memilih bekerja sebagai pekerja/buruh harian di pabrik ikan kaleng di Bitung, yakni PT Estada Pesca. Dirinya merasakan bagaimana kerja keras untuk bisa mendapatkan biaya hidup sehari-harinya. Dari buruh harian, Maurits kemudian diangkat menjadi mandor pabrik, sebelum dipromosikan sebagai seorang supervisor hingga senior supervisor di perusahaan tersebut.
Kolapsnya PT Estada pada tahun 1995, tak menurunkan semangat juang pria murah senyum, mantan ketua DPC GAMKI Bitung 2005-2010 ini untuk menafkahi Rita Tangkudung, S.T, sang istri tercinta yang dinikahi pada Sabtu 18 Juli 1987, beserta kedua putranya, Geraldi dan Geraldo. Berbekal etos kerjanya yang baik di perusahaan tersebut, Maurits pun langsung mendapatkan pekerjaan di pabrik ikan Sinar Pure Food. Karirenya meroket dari supervisor, dirinya diangkat menjadi asisten manager hingga akhirnya mencapai puncak pada tahun 2003, saat dirinya ditunjuk sebagai Manager. Namun, panggilan jiwa seorang aktivis yang ingin menjadikan masyarakat Kota Bitung lebih maju, sehingga meningkatkan perekonomian, membuatnya memilih resign dari jabatan ‘nyaman’ sebagai seorang direktur perusahaan dan dosen di STIE Petra Bitung.
Tahun 2004, lewat partai politik PDI Perjuangan, dimana dirinya saat itu sebagai ketua PAC Bitung Barat, Maurits memilih maju sebagai Anggota DPRD Kota Bitung. Karena memiliki visi dan kedekatan dengan masyarakat yang selalu dibangunnya, pada pemilihan umum tersebut, dirinya terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Bitung. Selama tiga periode dari tahun 2004 hingga tahun 2014, Maurits yang tetap konsen dengan persoalan lingkungan ini, terus dipercaya oleh masyarakat duduk sebagai anggota DPRD Kota Bitung hingga menjadi wakil ketua DPRD Bitung dari 2009 sampai 2015 sebelum akhirnya jadi wakil Walikota Bitung, mendampingi Maximilian J Lomban. Dua figur populis ini melangkah mulus menjadi pimpinan Kota Bitung periode 2016-2021. Maurits sendiri berhasil menjadi Wali Kota pada periode 2021-2024 bersama Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar setelah memenangkan Pilkada 2020 dengan capaian 58,3 persen.
Usai Konsultasi dan Rapat Pemilihan P/KB Sinode GMIM, Pnt. Ir. Maurits Mantiri, M.M, bersama 12 dari 35 nomine yang terpilih menjadi Komisi P/KB Sinode GMIM periode 2022-2027, Pnt. Ir. Maurits Mantiri, M.M, kini bersiap diri untuk dilantik pekan depan untuk memimpin pelayanan Pria/Kaum Bapa GMIM yang tersebar di 1.049 jemaat dan 142 wilayah di 7 kabupaten/kota di Sulawesi Utara dengan jumlah 229.813 keluarga.
Selamat melayani Pena. (***)


