Di Duga Penerima Dana PIP SMKN 1 Amurang Di Potong Dan Banyak Tidak Tersalur

Topiksulut.Com_ Perhatian pemerintah dalam dunia pendidikan begitu besar sehingga Pemerintah menggelontorkan dana cukup besar dari APBN dan pemberian anggaran tidak main main besarannya.(12/09/2022)

Seperti di lansir dari CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambah alokasi anggaran untuk sektor pendidikan sebesar Rp 78,5 triliun sehingga Saat ini nilainya menjadi Rp 621,3 triliun.(May 20, 2022)

Penetapan anggaran sebesar itu adalah bentuk keseriusan pemerintah dan DPR dalam bidang pendidikan yang tertuang dalam Pasal 31 ayat 4 UUD 1945 Amandemen ke 4 mengamanatkan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Jelas keseriusan pemerintah tergambar lewat peluncuran anggaran yang begitu besar ditambah lagi dengan adanya bencana non alam atau pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia cukup mempengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat dalam sisi pendapatan,Terkait hal itu pemerintah meluncurkan bantuan bagi keluarga siswa yang kurang mampu berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Program Indonesia Pintar (PIP) Kemdikbud adalah bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik dan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membiayai pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kemendikbudristek.

Total anggaran yang sudah disalurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebesar Rp5,3 triliun atau 55 persen dari pagu anggaran PIP tahun 2022 yang sebesar Rp9,6 triliun dengan target sasaran sebanyak 17,9 juta siswa.

Tapi sayang alokasi anggaran ini di duga masih bermasalah, Ditenggarai penyaluran nya bermasalah.Seperti laporan yang di terima media ini , Penyaluran PIP bagi siswa di SMK Negeri Satu Amurang di duga bermasalah.Ada yang dipotong tanpa alasan dan bahkan ada yang Di duga tidak tersalur meski dana telah di tarik

Terkait penyaluran PIP Kepala Sekolah SMK Negeri Satu Amurang Telly Ticoalu saat di konfirmasi via WA di nomor 082348xxx mengarahkan langsung ke salah satu pegawai di sekolah tersebut untuk memberikan informasi terkait penyaluran PIP di SMK Negeri Satu Amurang.

Baca juga:  Ketua DPRD Stefanus.D.N.Lumowa, SE Hadiri Pisah Sambut Kejari Amurang

Saat di konfirmasi Ferry Lahope salah satu pegawai yang dijadikan rujukan informasi PIP menjelaskan panjang lebar adanya penyaluran PIP kepada siswa
“Kami menyalurkan sesuai mekanisme dan berdasarkan rekomendasi apabila ada siswa yang secara pribadi yang akan melakukan penarikan dana, Sebelumnya di saat Covid-19 masih banyak hanya pihak sekolah yang menarik dana secara langsung di bank dan meyerahkan ke siswa penerima”ujarnya

Disaat ditanya apakah dana yang ditarik pihak sekolah telah di salurkan semua ke penerima,Ferry Lahope sebagai sumber informasi mengatakan semua dana yang ditarik telah diserahkan langsung ke penerima.

Tapi sayangnya kondisi yang ditemui saat di lapangan berbeda dengan yang di jelaskan pihak sekolah , Beberapa nama yang masuk dalam daftar yang kami pegang saat di konfirmasi di lapangan oleh salah satu dari para siswa yang mengalami nasib sama mengaku bahwa belum menerima PIP 2022 padahal saat siswa tersebut masih tercatat dan duduk di kelas XII.

Sebagai buktinya salah satu siswa di salah satu kecamatan di Minsel LR saat ditemui di rumahnya mengaku”saat itu saya tercatat kelas XII dan sampai saat ini setelah tamat saya tidak pernah terima PIP,karna saya tidak diberitahukan oleh pihak sekolah”jelasnya

Sesuai data yang ada siswa tersebut berdasarkan nomor SK 33/15.1.4/BP/SK.1/2022 dana masuk Februari 2022 dan telah cair pada bulan Maret 2022 tapi dana PIP tidak diterima yang bersangkutan.

Hal yang sama di salah satu orang tua murid saat ditemui mereka bertanda tangan diatas Rp.1000.000 tapi terimanya hanya 900.000 sisanya dipotong dengan alasan yang tidak jelas

Baca juga:  Ketua DPRD Stefanus.D.N.Lumowa, SE Bersama Pimpinan Komisi II Turlap Guna Mendengar Dan Menyerap Aspirasi Masyarakat

Belum lagi ada ortu siswa yang tidak pernah menerima apa apa tapi belakangan baru tau anaknya terima PIP dan tercatat telah dicairkan

Di duga banyak dana yang cair yang tidak sampai ke penerima PIP.Beberapa orangtua murid yang tak ingin namanya di sebutkan meminta masalah ini harus diselidiki oleh Kejaksaan karna di duga ada yang tidak beres.

“Kami meminta pihak Kejaksaan agar masuk memeriksa dana PIP karna ini dana bantuan yang tidak bisa dipotong tanpa persetujuan apalagi tidak disalurkan dan tidak tertutup kemungkinan aliran dana lainnya bermasalah”ujar mereka kepada media ini

Sementara itu Kepala Cabang Dinas SMK/SMA Minsel Mitra Drs Max Lengkong kepada media ini menyampaikan “Kami sebelumnya telah menerima laporan terkait PIP dan menindaklanjuti ke sekolah yang bersangkutan agar membenahi apa yang menjadi aduan, disamping itu mengingat kan secara tegas agar jangan ada hal hal yang tidak sesuai aturan yang dapat menjadi Masalah”ucap Kacabdin Minsel Mitra Drs Max Lengkong di ruang kerjanya

Mengakhiri wawancara eksklusif dengan para sumber mereka berharap”Kami berharap hal ini dapat di tindak lanjuti oleh Aparat Penegak Hukum(APH) agar menjadi perhatian serius dalam pengawasan Anggaran negara”ujar mereka penuh harap.

Terkait Pemotongan Rp.100.000 dana PIP dan banyaknya dana PIP yang tidak tersalurkan di bantah oleh pihak sekolah,Meski di lapangan di temui bermasalah dan di akui oleh penerima PIP sesuai penelusuran data dilapangan.

Sesuai data yang ada Total Penerima PIP di tahun 2020 total penerima 542 dengan total dana Rp 483.500.000Tahun 2021 total penerima 457 dengan total dana Rp 383.000.000Tahun 2022 untuk sementara total penerima 210 dengan total dana 131.500.000

Sampai berita ini diturunkan sudah beberapa orangtua murid dan siswa yang di temui kasusnya tidak menerima PIP meski telah tercatat dana sudah di cairkan.(Tim)