Koptan WT Maju Bersama Desa Wawontulap Terbaik Dan Sukses Dalam Budi Daya Cabe Rawit

 

Topiksulut. Com_Di tengah gaung program pemerintah tentang berkebun dan pengelolaan pertanian agar terjaga keseimbangan kebutuhan pangan masyarakat maka jauh sebelum  itu telah di optimalkan Kelompok Tani WT Maju Bersama Desa Wawontulap Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan.

Terkait upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus menghadapi ancaman inflasi, Kelompok Tani WT. Maju Bersama Desa Wawontulap sukses mengembangkan budi daya cabe rawit yang kini menjadi inspirasi masyarakat.

 

Di bawah kepemimpinan Susanti Birahim, S.Pd, jebolan Pengusaha Tani Binaan Bank Indonesia, kelompok tani ini berhasil membangun kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Bersama para wanita tani, Susanti mendorong gerakan “dari kebun langsung ke dapur, bukan dari pasar baru ke dapur”, yang kini mulai diterapkan oleh banyak keluarga di desa.

Baca juga:  Proyek Fasilitasi Perpustakaan Berbandrol 7 Milyar Lebih Sampai Awal 2026 Belum Selesai

 

Melalui kerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tatapaan dan dukungan Bank Indonesia lewat Koperasi Wale Tani, cabe rawit hasil panen sudah dipasarkan melalui Truefarm dan PUD Klabat, serta direncanakan akan bermitra dengan Kaimeya tapi juga tidak mengabaikan permintaan pasar lokal

Ibu erna sebagai pelaku pasar amurang menjadi mitra tetap.

 

Selain dukungan dunia usaha dan lembaga keuangan, peran pemerintah juga sangat dibutuhkan. Kerja sama lintas level mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten menjadi kunci agar program budi daya cabe rawit ini bisa terus berkembang, mendapat fasilitas yang memadai, dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

 

Baca juga:  Jaksa Masuk Sekolah Program Pengenalan Hukum Sejak Dini Oleh Kejari Minsel

Gerakan ini bukan hanya mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas. Dengan begitu, Desa Wawontulap menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari langkah sederhana, yaitu memanfaatkan kebun untuk memenuhi dapur, dan pada akhirnya menciptakan desa yang tangguh.

 

“Kami percaya bahwa dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan mitra usaha, ketahanan pangan bukan hanya impian, tapi kenyataan yang bisa kita wujudkan bersama dari Desa Wawontulap,” tutur Susanti Birahim.

 

(Hemsi)