TopikSulut.com,MITRA – Aktifitas pertambangan emas tanpa ijin (PETI) terus beroperasi di Desa Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut).
Kali ini sorotan tertuju pada oknum Mantan Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap (JS), yang diduga kuat terlibat dalam pengelolaan tambang ilegal di Lokasi Alason.
Ironisnya, saat menjabat dua periode sebagai orang nomor satu di Kabupaten Minahasa Tenggara, oknum JS diketahui sangat vokal memerangi tambang ilegal di Ratatotok. Bahkan pada Tahun 2020 dirinya sempat menggaungkan Gerakan cinta bumi di Alason dan menyatakan kesiapannya dimarahin Menteri demi meliburkan jajaran di Pemkab MITRA waktu itu untuk melakukan penghijauan di lokasi yang rusak akibat PETI.
Berdasarkan hasil investigasi Tim Media dan LSM, serta informasi akurat yang didapat masyarakat setempat bahwa lokasi tersebut milik oknum JS yang biasa disebut Panglima.
“Lokasi yang dimaksud di foto tersebut benar adanya, dan lokasi tersebut dimiliki Panglima JS,” ujar narasumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Aparat Penegak Hukum secara khusus ditantang untuk berani menindaklanjuti dugaan ini sebagai bagian dari sindikat mafia tambang, termasuk menyelidiki aliran dana dan aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan (TPPU).
“Kapolda Sulut dan Kejati Sulut harus untuk segera mengungkap jaringan, mengamankan alat bukti di lokasi, dan melakukan penyelidikan komprehensif terkait hal ini. Masyarakat dan kalangan aktivis kini menuntut tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan dari Aparat Penegak Hukum,” tegas seorang aktifis yang meminta namanya dirahasiakan.
UU No 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara secara tegas menyatakan bahwa setiap kegiatan pertambangan tanpa izin merupakan tindak pidana dan UU No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU (Pencucian Uang) untuk menyita aset hasil keuntungan kejahatan.
Tidak hanya persoalan hukum dampak ekologis dari aktifitas pertambangan ilegal ini juga sudah mulai dirasahkan warga setempat. Kerusakan hutan, pencemaran aliran sungai serta potensi banjir menjadi ancaman nyata bagi masyarakat setempat.
Sekedar informasi hingga berita ini diturunkan, Mantan Bupati Mitra James Sumendap belum berhasil dikonfirmasi terkait berita ini. (Tim)






