Budaya Prakmatis Masih Dominan, Pemuda Enggan Terjun di Politik

  • DIALOG PEMUDA: Ketua DPD KNPI Mitra Ruland Sandag saat memberikan arahan pada dialog Peran pemuda dalam Mengisi Pembangunan politik, yang digelar di Zabua caffe, Ratahan Kamis (22/3/2018). (foto ist)
KNPI Mitra ­Gelar Dialog Peran pemuda dalam Mengisi Pembangunan politik
RATAHAN, topiksulut.com-Keberhasilan bangsa tidak lepas dari peran pemuda dalam pembangunan termasuk bidang politik. Namun sekarang masih banyak pemuda dinilai enggan terjun di dunia politik, karena budaya politik prakmatis masih lebih dominan. Hal ini mendorong pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia(KNPI) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), menggelar dialog terbuka yang bertajuk ‘Peran pemuda dalam Mengisi Pembangunan politik’, yang digelar di Rumah Kopi Zabua, Kamis (22/3) kemarin.
“Dialog ini dimaksudkan, agar pemuda sebagai agen perubahan mampu membawa pengaruh positif bagi pembangunan daerah dan kemajuan di bidang politik,” kata Ketua Panitia pelaksana Noldy Pangkerego.
Dikatakannya, kegiatan ini tidak menghadirkan nara sumber karena dalam kegiatan ini para pemuda diharapkan, dapat memberikan gagasan maupun pendapatnya terkait peran politik pemuda saat ini, terutama dalam mensukseskan agenda nasional yang akan dihadapi saat ini yakni Pemilihan Kepala Daerah serentak, termasuk di Mitra yang akan dihelat 27 mendatang.
Ketua KNPI Mitra, Ruland Sandag berpendapat bahwa andil pemuda saat ini di Kabupaten Mitra masih kurang, terutama jika menilik posisi pemuda sebagai agen perubahan.
“Masih sedikit peran generasi muda Mitra dalam mengisi posisi politik hingga saat ini. Saya optimis jika pemuda diberikan kesempatan lebih banyak untuk turut serta dalam peran politik daerah maka akan lahir generasi yang cemerlang beberapa tahun kedepan,” tuturnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Boyke Akay mengatakan, pemuda sebagai agen perubahan keterlibatannya sangat strategis dan sangat dibutuhkan. Lanjut dikatakannya, Mitra memiliki 12.000 lebih pemuda, maju mundurnya pembangunan di Mitra ada di pundak mereka.
“Pemuda di Mitra masih banyak yang layak untuk terjun dalam dunia politik. Mari kita saling topang dan saling memberi motivasi karena peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah,” kata Akay.
Sementara menilik kurangnya peran dan minat dari generasi muda saat ini untuk terjun dalam dunia politik, menurut salah satu tokoh pemuda Ryan Sandag mengatakan, hal ini disebabkan oleh budaya politik pragmatis yang berkembang dan masih sangat digemari oleh kalangan masyarakat saat ini.
“Saat ini yang dilihat kebanyakan sudah bukan kemampuannya intelektualnya lagi, melainkan kemampuan finansialnya. Inilah yang menjadi penyebab merosotnya niat pemuda untuk terjun dalam dunia politik. Untuk itu harus ada kesadaran dari kita sebagai pemuda dan masyarakat untuk menolak hal ini sehingga kedepan Mitra bakal miliki tokoh pemuda yang luar biasa,” tandasnya.
Sementara tokoh pemuda lainnya, Vepi Rambi berharap agar pemuda dapat berkontribusi lebih banyak dalam pembangunan Mitra.
“Ini menjadi tantangan bagi kita sebagai pemuda KNPI untuk menunjukkan suatu kebersamaan, loyalitas, dan kemampuan kita, sebagai agen perubahan, jangan hanya mencari popularitas atau untuk suatu jabatan saja,” tandasnya.
Ketua Karang Taruna Mitra Benny Ompi sendiri mengingatkan, peran pemuda untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
“Jangan sampai justru pemuda malah menjadi pelopor provokasi masyarakat dan memberikan informasi hoax. Tapi peran pemuda menjadi penyejuk di tahun politik dengan memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat di momen Pilkada tahun 2018,” pintanya. (otnie)
Baca juga:  Pjs Gubernur Fatoni : Terima Kasih Pak Andrei Angouw, Selamat Bertugas Pak Andi Silangen