Topiksulut.com, PENDIDIKAN – Terkait dengan video amatir sejumlah anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) di salah satu daerah di Kabupaten Minahasa pada momentum peringatan HUT Proklamasi ke-73 (17/8/2018) pekan lalu yang sempat viral karena melakukan gerakan atau goyangan dalam konteks parade Drum Band yang dianggap vulgar oleh sebagai orang, Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Grace Punuh M.Kes dan Kerua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Sulut Clay Dondokambey S. STP pun akhirnya angkat bicara.
Ketika dikonfirmasi pagi tadi (24/8/2018), Kadiknas Sulut Grace Punuh mengatakan bahwa memang untuk konteks edukasi, improviasi goyangan para pelajar atau anak dibawah umur tersebut tidak mengandung nilai-nilai pendidikan.

”Jelas ini tidak boleh, kan masih dibawah umur, apalagi konteksnya mereka parade membawa nama sekolah dan pada perayaan HUT Proklamasi, harusnya coach atau pihak sekolah bisa membatasi hal-hal seperti itu”, jelasnya
Punuh pun mengatakan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Diknas Kabupaten Minahasa untuk memberikan teguran dan peringatan bagi ihak sekolah terkait.
”Ya sudah di koordinasikan, karena itu ranah Kabupaten,maka saya sudah bicarakan dengan kadis Kabupaten, tentu ada sanksi dan teguran”, tegas mantan Kadis Sosial Provinsi Sulut tersebut.
Dikesempatan yang sama, media ini juga sempat mengkonfirmasi terkait kejadian tersebut kepada Ketua PDBI Sulut Clay Dondokambey S.STP.
Menurut Dondokambey yang saat ini sedang mengikuti Study PIM II di kota sang Proklamator (Blitar), dirinya selaku ketua PDBI Sulut telah memberikan peringatan sekaligus himbauan terhadap Coach tim Drum Band sekolah tersebut untuk lebih memperhatikan konten pelatihan display dan parade.
”Ya benar, kami sudah memberikan himbauan kepada teman coach untuk lebih perhatian dalam konten pelatihan display dan parade”, jelasnya melaluo akun WhatsApp miliknya. (Jumat 24/8/2018).

Lebih lanjut, menurut Dondokambey dalam suatu parade Drum Band, kreasi boleh saja selama diseuaikan dengan norma yang berlaku.
”Berkreasi boleh-boleh saja tapi tolong di sesuaikan dengan norma dan etika”, tambah Dondokambey yang juga diketahui menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Protokol Setdaprov Sulut tersebut.
Dondokambey juga mengatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Diknas untuk memberikan himbauan kepada para Kepala Sekolah dan guru pembina dalam memberikan konten dan materi latihan bagi tim drum band di sekolahnya.
“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk berkenan juga memberi himbauan ke kepala-kepala sekolah dan guru-guru pembina unit drum band agar lebih perhatian juga kepada konten dan materi pelatihan unit drum band di sekolah masing-masing”, tutupnya.
Adapun untuk diketahui, meskipun sempat viral atas kejadian tersebut, SMP itu sempat meraih juara satu kategori parade drum band terbaik tingkat sekolah pada perayan HUT Proklamasi tersebut. (Chris)







