Mantan Sangadi Modayag divonis 2 Tahun Penjara

● Tipikor Dandes Kegiatan Sarana dan Sanitasi Kebersihan Lingkungan TA 2016

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Terdakwa kasus Tipikor penggunaan dana desa di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Tahun Anggaran (TA) 2016, Mantan PJS (Pejabat Sementara) Sangadi (Kepala Desa,red) di Desa Modayag Kecamatan Modayag, Deddy Mokoginta (33) divonis 2 Tahun dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Manado, Senin (17/9/2018).

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara 2 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan serta Uang Pengganti Rp 149 juta dan jika tidak dibayar diganti dengan penjara 2 bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim,Hj. Halidja Wally.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tuntutan, Selasa (28/8/2018) telah menuntut terdakwa 3 tahun penjara dan denda 50 juta subsidair 3 bulan penjara.

Sebagaimana dalam dakwaan, kegiatan pembangunan sarana dan sanitasi kebersihan lingkungan di Desa Modayag, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini, bermula dari pencairan dana desa (Dandes) tahap II Desa Modayag Tahun 2016.

Setelah dana tersebut masuk ke dalam rekening bank, terdakwa bersama saksi Firja Tamatuo selaku Bendahara Pengeluaran langsung mencairkannya secara penuh. Namun dana tersebut ternyata tidak dipegang oleh saksi Firja untuk disimpan ke dalam kas bendahara.

Dan terdakwa telah meminta dana tersebut untuk dipegang secara pribadi dengan alasan proyek akan dikerjakannya secara sendiri. Sayangnya di lapangan, pelaksaanaan proyek tidak terlaksana, sebaliknya uang telah dipakai terdakwa untuk kepentingan pribadi dengan berbisnis harta karun berupa samurai tombol yang terdapat di wilayah Sulawesi.

Oleh JPU terdakwa dijerat dengan pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia (RI) No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU. RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor. (ely)