Saksi Selaku Pengguna Anggaran “Lupa” Lakukan Survey Harga

Hukrim40 Dilihat

● Dugaan Korupsi Pengadaan Tronton – Bolsel TA 2012

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan 1 unit alat berat bad truck (tronton) di Dinas Kimpraswil PU , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Tahun Anggaran (TA) 2012 , yang menyeret terdakwa BFNP alias Barens (56) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) , kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Manado, Senin (15/10/18).

Delapan saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, yakni Sharil Gaib selaku PA (Pengguna Anggaran). 3 saksi Tim panitia pengadaan barang, dan 3 saksi selaku Pemeriksa barang serta satu saksi selaku bendahara.

Dalam sidang, salah satu saksi yakni Sahril Gaib sebagai PA, paling banyak mendapat sorotan. Diantaranya terkait HPS (Harga Perkiraan Sendiri) yang awalnya saksi mengatakan tidak menanda-tangani, akan tetapi saksi kemudian tidak berkutik, ketika diperlihatkan bukti dokumen oleh JPU, tercantum tanda-tangan saksi.

Demikian juga menjawab, pertanyaan para Penasehat Hukum (PH) terdakwa , Tim Posbakum PN Manado , Eka Tindangen , Wensy Richter dan Yaver Saerang, terkait survey harga pasaran barang,

Saksi pun mengaku lupa, “Saya lupa.” kelit Sahril yang kala itu menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Saksi pun memberi keterangan, barang pengadaan telah sampai di Kabupaten Bolsel. Akan tetapi surat-surat kendaraan tak dikirim pihak ketiga. “Dalam pemeriksaan Badan Keuangan (BPK) tidak ditemukan surat-surat kendaraan. Sehingga menjadi temuan. Pihak ketiga didenda sebesar Rp20 juta, diterima melalui bendahara penerimaan, dan disetorkan ke kas Pemkab (Bolsel) melalui bank,” ucapnya.

Sementara bendahara dalam keterangan, jika dana proyek telah dicairkan sebanyak seratus persen, 30 persen-70 persen, sebagaimana dalam surat perintah membayar, kemudian langsung ditransfer kepada pihak ketiga.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, Majelis Hakim diketuai Vincentius Banar SH MH dkk kemudian menutup sidang, dan akan dilanjutkan kedepan dengan agenda masih mendengar keterangan para saksi.

Diketahui, kasus ini berawal di Januari-September 2012 pada Dinas Pekerjaan Umum pengadaan alat tronton karena kebutuhan pemkab Bolsel untuk mengangkut alat alat berat (Eskavator) untuk mempermudah pembangunan di pemkab.

Terdakwa Barnes sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Singkatnya, proyek bernilai Rp1.287.500.000, ditemui berbagai kejanggalan terkait spesifikasi. Seperti kendaraan tersebut tak layak jalan, dan kebanyakan hanya terparkir. Sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp449.897.700.000.

Dalam kasus ini pun telah menyeret Sahril Gaib selaku Pengguna Anggaran (PA), dan Direktur CV Aneka Konstruksi Sonni Edison Thomas selaku penyedia barang , yang masing masing pengajuan perkara secara terpisah.

Oleh JPU Sumarni Larape SH, Terdakwa dijerat dalam pasal 3 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ely)