Rugikan Negara Rp3,7 Miliar, Wajib Pajak, Dirut PT Joas Saitama Putra Asrit Diseret Ke Meja Hijau

Hukrim337 Dilihat

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Direktur Utama PT Joas Saitama Putra, AP alias Asrit (47) harus menjalani proses persidangan, sebagai terdakwa diduga telah melakukan perbuatan melanggar hukum terhadap ketentuan perundang-undangan perpajakan yang menyebabkan negara mengalami kerugian Rp3,7 Miliar lebih.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mita Ropa, terdakwa sebagai wajib pajak dengan sengaja melakukan tindak pidana di bidang perpajakan sehingga merugikan pendapatan negara, Asrit pun dijerat sebagaimana dalam Pasal 39 ayat (1) huruf c dan d, juncto Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas UU RI No 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Baca juga:  Dugaan Penggelapan Uang Perusahaan, TSK Mantan Kasir La Rascasse Dijebloskan Penjara  

“Bahwa terdakwa selaku Direktur Utama PT Joas Saitama Putra sebagai Wakil Wajib Pajak Badan tidak melaksanakan ketentuan, aturan serta perundang-undangan dalam bidang Perpajakan,” terang JPU, saat membacakan dakwaannya, waktu lalu.

Menurut JPU, dalam uraian dakwaan , ada beberapa point perbuatan melawan hukum terdakwa yang terjadi pada rentan waktu Januari 2012 hingga Desember 2014.

Terdakwa saat menjalankan bisnis jual tanah dan rumah dengan proses penjualan Perumahan Gerizim I dan Perumahan Gerizim Estate di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Tikala, Kota Manado.

Terdakwa justru tidak membuat laporan pajak sebagaimana mestinya yang diatur dalam perundang-undangan Pajak, padahal PT Joas Saitama Putra terdaftar di KPP Pratama Manado sebagai Wajib Pajak.

Baca juga:  Oknum Kepsek di Minahasa Diduga Korban Penganiayaan Minta Atensi Kapolda Sulut 

Sehingga ada berapa kewajiban perpajakan yang patut dipenuhi PT Joas Saitama Putra, seperti Pajak Penghasilan (PPh), PPh Pemotongan dan Pemungutan, serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Dengan status perusahaan terdakwa terdaftar sebagai Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) 42919 Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya, namun pada praktik terdakwa justru melaksanakan kegiatan usaha menjadi pengembang perumahan (Real Estate Developer).

Terkait alur perkara terdakwa Asrit ini. Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar, saat dikonfirmasi melalui perwakilan awak media, menerangkan bahwa prosesnya masih pemeriksaan saksi. (*/Ely)