Pendidikan Moral Untuk Anak Usia Dini

Perkembangan dan kemajuan kini semakin pesat. Hal ini menjadi suatu yang benar-benar harus diperhatikan. Perkembangan yang dimaksudkan yaitu di bagian teknologi. Teknologi zaman sekarang dibilang sudah berkembang sangat pesat. Siapa yang tidak bisa menggunakan teknologi sekarang? Mungkin semua orang sudah bisa menggunakan teknologi yang super canggih ini. Bahkan anak-anak generasi sekarang atau biasa di bilang dengan bahasa gaul yaitu generasi “Micin” sudah tau cara menggunakan teknologi yang canggih, bahkan yang generasi sebelumnya belum tau cara menggunakannya tapi anak-anak generasi sekarang atau “Micin” malah mahir menggunakannya. Misalnya penggunaan media sosial, penggunaan teknologi yang satu ini yaitu sangat berpengaruh negatif bagi kaum muda khususnya dalam pendidikan moral yang seharusnya sudah ditanamkan dari usia dini, yang jika digunakan sebaik mungkin bisa berguna bagi kita sendiri.

Maka dari itu, sangat diharapkan untuk orang tua yang memiliki anak bisa lebih berhati-hati lagi, dan memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua harus lebih was-was lagi, terutama pada pergaulan anak-anak yang semakin bebas. Belakangan ini sering kita temui foto anak-anak kecil sudah banyak beredar di sosial media dengan gaya dan pakaian yang kurang pantas, bahkan tidak pantas. Dari banyaknya foto anak-anak yang diunggah di medial sosial, ada sebagian anak sekolah dasar yang masih memakai pakaian seragam merah putih. Mirisnya, foto tersebut diunggah dengan gaya yang tidak wajar. Ada yang sedang bergandengan tangan antara siswa SD laki-laki dan perempuan. Bahkan ada siswa SD yang berpakaian dengan gaya seperti anak-anak SMA yang berlebihan. Maka tidak heran jika data menyatakan anak perempuan Indonesia lebih dari 50% sudah tidak perawan ketika masih di usia sekolah.

Hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi setiap orang tua yang memiliki anak, dan juga menjadi salah satu tugas bagi pemerintah untuk lebih ketat dalam hal ini. Penerapan pendidikan moral harus benar-benar dilakukan sedini mungkin. Serangan berbagai budaya asing yang sangat mudah masuk ke Indonesia, terutama melalui media sosial, kini benar-benar harus menjadi perhatian dan perlu dilakukan penanganan. Ada beberapa kalangan yang berpendapat bahwa mendidik anak itu adalah hal yang sulit dilakukan, mungkin itu sebagian orang yang tidak mau ribet dalam mengurus anak dan itu terjadi ketika orang tua mulai memanjakan anak-anak mereka yang masih tidak mengerti apa-apa. Misalnya mereka mulai memanjakan dengan membiarkan anak-anak untuk menggunakan handphone atau gadget. Mereka tidak menyadari bahwa memanajakan anak-anak dengan memberikan alat elektronik seperti itu dapat berakibat buruk bagi anak tersebut, apalagi kalau orang tua sudah mulai mengajarkan anak-anak untuk menggunakan media sosial.

Baca juga:  Kodim 1302 Minahasa Hadiri Penyerahan Remisi Napi Kelas IIB Tondano

Memang ada juga yang berdampak positif bagi anak dalam penggunaan alat elektronik asalkan orang tua dapat menjaga dan mengontrol anaknya seperti menunjukan hal-hal yang kreatif yang dapat mengembangkan minat anak tersebut. Nah, sekarang siapa yang berpendapat bahwa mendidik anak itu susah? Bagaimana cara menangani agar anak-anak indonesia tidak mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang kini sangat mudah masuk ke Indonesia? Mendidik anak dari usia dini itu tidaklah susah, anak yang berusia dini itu harus dididik dan dilatih dari usia yang masih muda. Dengan demikian mereka bisa membiasakan diri dengan apa yang orang tuanya ajarkan.

Ada beberapa tips dalam mendidik karakter anak sejak usia dini yaitu :

1. Jauhkan Anak dari handphone atau gadget sebelum Menginjak Dewasa. Kini media sosial sudah sangat banyak dan sangat mudah diakses oleh semua orang termasuk anak-anak kecil, mereka sudah pintar mengoperasikan handphone atau gadget. Banyak orang tua yang tidak tahu efek negatif dari media sosial. Padahal media sosial tanpa bimbingan yang benar akan berpeluang lebih besar mengarah ke efek negatif. Jadi, hal ini benar-benar menjadi PR bagi para orang tua.

Baca juga:  Setelah 7.500 Paket Sebelumnya ,Kini CEP Siapkan 10.000 Paket Sembako Untuk Warga Sulut

2. Berikan Pendidikan Moral Sedini Mungkin. Salah satu hal yang bisa membentengi anak dari serangan-serangan budaya asing yang tidak baik adalah dengan memberikannya pendidikan moral sejak dini. Pemikiran dan karakter anak akan sangat mudah dibentuk ketika masih kecil. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan emas untuk menjadikan anak yang memiliki karakter baik. Hal ini akan berefek ketika anak sudah menginjak dewasa. Pendidikan moral inilah yang akan membentengi anak dari serangan-serangan budaya asing yang negatif.

3. Tetap Berikan Perhatian Khusus Ketika Anak Sudah Menginjak Remaja dan Dewasa. Umumnya ketika anak-anak mulai menemukan dunianya sendiri di luar lingkungan keluarga, anak-anak akan cenderung lebih susah diatur. Hal ini biasanya terjadi di usia ketika anak menginjak remaja. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan perhatian di usia remaja. Karena di usia ini anak sedang mangalami usia dimana sedang penasaran-penasarannya sama hal-hal yang berbau dewasa. Tanpa perhatian dari orang tua, anak akan sangat mudah terjun ke dunia yang bisa menjerumuskan dirinya ke hal-hal yang merugikan dirinya sendiri. Jadi, perhatian orang tua tehadap anak ketika anak menginjak usia remaja benar-benar harus ditingkatkan dan dikondisikan. Jangan sampai anak-anak bangsa tidak memiliki masa depan gara-gara salah pergaulan di usia remaja.
Itu adalah beberapa tips yang bisa berguna bagi para orang tua dalam hal melakukan pendidikan karaker bagi anak-anaknya. Nah, kita semua sudah tahu kan.

Maka mulai sekarang mulailah mengajarkan anak-anak dalam melakukan hal-hal yang menguntungkan bagi mereka sendiri nantinya. Jadi bagi orang tua yang ingin anaknya tidak terpengaruh oleh budaya asing, mulailah mengajar, menjaga, mengawasi, dan mengontrol anaknya sejak usia dini. #saveanakindonesia

Gabriella Manes
Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi
Universitas Katolik De La Salle Manado