3 Kasus Kematian Karena DBD Awali Cerita 2019, Dinkes Sulut Berikan Penjelasan

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN –Setelah sempat viral dan cukup menghebohkan masyarakat Sulawesi Utara, hingga sempat memakan korban jiwa, siang tadi bertempat di aula lantai tiga gedung Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, pihak Dinkes yang dipimpin oleh dr. Debby Kalalo M.Kes, menggelar konfrensi pers.

Menurut pihak Dinkes Sulut, dari hasil laporan Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, distribusi kasus DBD di Provinsi Sulut tahun 2015 – 2019 (tanggal 1-6 Januari), kasus DBD di Sulut masih mengalami kenaikan untuk tahun 2015 sebanyak 1.546 kasus, tahun 2016 sebanyak 2217 kasus, 2017 sebanyak 578 kasus, pada tahun 2018 masih ada kenaikan sebanyak 1.713 kasus, bahkan diawal tahun 2019 sejak 1-6 Januari sudah terjadi sekurangnya 67 kasus.

Tidak tanggung-tanggung, kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit DBD di Sulut tahun 2015-2019 (tanggal 1-6 Januari) masih terjadi.
Hal ini terkuak dari sejumlah data yang dibeberkan pihak Dinkes Sulut kepada para awak media pada konfrensi pers pagi tadi (08/01/2019).
Dari rilis yang diterima awak media, sejak tahun 2015, kasus kematian akibat DBD di Sulut sudah memakan sebanyak 21 korban meninggal, dan pada tahun 2016 sebanyak 17 korban, sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 9 orang dan pada 2018 mengalami kenaikan sebanyak 24 orang meninggal, bahkan diawal tahun 2019 penyakit  DBD sudah memakan korban yaitu 3 orang yang meninggal.
Adapun kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit DBD tersebut, sesuai dengan kelompok umur yang ada di Kab/Kota Provinsi Sulut lebih banyak memakan korban pada kelompok umur 0-5 tahun dan 6-15 tahun, hal ini dapat memberikan gambaran bahwa penularan terjadi di lingkungan rumah dan sekolah, karena anak balita (0-5 tahun) masih beraktivitas lebih banyak di rumah dan umur 6-15 tahun) merupakan anak usia sekolah.
Kepada para awak media, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut dr. Debby Kalalo M.Kes juga sempat membeberkan sejumlah upaya pencegahan dan penanggulangan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulut tahun 2018 seperti, Surat kewaspadaan dini DBD kepada kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota Provinsi Sulut nomor 440/Sekr/5394/IX/2018 tanggal 25 September 2018, memberi Peringatan kepada Tim Gerak Cepat (TGC) Kab/Kota terkait peningkatan suspek Dengue yang terdeteksi, koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk pencegahan dan penanggulangan DBD, penyuluhan kepada masyaeakat, sosialisasi melalui media cetak dan media elektronik, melakukan foging focus di beberapa Kab/Kota, distribusi bubuk abate ke dinas kesehatan Kab/Kota, serta menyebarkan surat kewaspadaan dini DBD kepada Bupati/Walikota se Sulut.
Pada kesempatan tersebut pula, Kalalo melalui awal media mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk melakukan penyegahan penyebaran sekaligus pemberantasan kembang biak nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan hewan yang menularkan penyakit DBD melalui gigitannya.
“Fisik : melakukan PSN melalui kegiatan 3 M Plus secara terus menerus, menanam bunga yang aromanya dapat mengusir nyamuk. Kimiawi : Dengan larvasidasi (Misal Abate) dan Biologi : Ikanisasi seperti ikan timah.
Selain itu pemberantasan nyamuk dewasa yaitu melakukan foging fokus dengan prioritas bagi kasus-kasus baru yang ditemukan sesuai dengan pola peningkatan kasus dengan siklus yang follow up dengan PSN”, jelas Kalalo.
“Jangan setelah ada kejadian baru melakukan  pencegahan. Kalau hanya melakukan fogging itu tidak akan maksimal, karena bersifat sementara dan hanya membunuh nyamuk DBD tapi tidak untuk jentik-jentiknya. Selain itu jika kebanyakan fogging bisa berdampak pada keracunan melalui pengasapan,” terang Kalalo.
“Maksimalkan program 3 M yakni, menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur atau membakar, membuang sampah pada tempatnya terutama barang bekas yang bosa digenangi air hujan. Disamping itu, mengganti vas/pot bunga, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk serta menggunakan obat nyamuk,” tambah Kalalo, sembari menambahkan pihak sudah membagikan liflek-liflek kepada Puskesmas dan rumah sakit agar bagaimana pencegahan yang maksimal.
Diketabui Tim Dinkes Sulut sebelumnya sudah mengeluarkan surat peringatan kewaspadaan dini tentang DBD kepada Dinkes di 15 kabupaten kota pada tanggal 25 September 2018 kemudian menyusul surat ke Bupati Walikota tanggal 20 Desember 2018. Adanya 3 korban pada tahun 2019 ini diakibatkan keterlambatan dari masyarakat membawa ke rumah sakit.
Turut mendampingi Kepala Dinas dalam kesempatn tersbsebut yaitu, Kabid Pencegahan Penyakit, Steven Dandel,
Kabid Kesehatan Masyarakat, Rima Lolong, Kabid Pelayanan Kesehatan, Lydia Tulus.(CHRIS)