Wah, BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp. 11 Triliun Untuk Bayar Rumah Sakit

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN –Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp. 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatab kepada rumah sakit.

Diluar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp. 1,1 trilium dalam bebtuj dana kapitalisasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Sampai hari ini, taguhan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang kebih dulu mengajukan berkas secara lengkap l, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dahulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan”, beber Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala Cabang Manado BPJS Kesehatan Angla Pelealu. (Selasa 15/04/2019)

Menurut Angka, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapittasi untuk FKTP. Okeh karena itu ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarakan BPJS Kesehatan pada hari berukutnya. Hal ini meruoakan mekanisme pembayaran yabg rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

“Biasanya mitra perbankkan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi FKTP. Oleh karena itu ada kewajiban pembayaran fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari”, ucapnya sembari menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Angka mengatakan, dengan dibayarkannya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan tersebut, diharapkan pihak fasiliyas keswhatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi yang ada.

“Kami berharap juga pihak RS dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS”, Ucap Angla.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehtan yang melayani peserta JKN-KIR untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, RS menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman”, ucap Angla.

Angka juga menginformasikan bahwa program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. 

Ia juga mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. 

Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

“Kedepannya, semoga pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima-kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerjasama, pengertian dan kesabarannya selama ini,” imbuh Angla.

Sebagaimana informasi, khusus di wilayah kerja kantor cabang 6 kabupaten/kota (Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud) terdapat 233 FKTP untuk kapitasi dan 39 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat. Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Manado adalah sebesar Rp. 198.035.302.527.00 sepanjang April 2019. (CHRIS)