5.496 Penduduk Baru Masuk Bitung, Baginda Ingatkan Mobilisasi Massa Jelang Pilkada


TopikSulut,Bitung- Aktivis LSM Bitung, Darma Baginda, pertanyakan masuknya 5.469 pendatang ke Kota Bitung menjelang Pilkada serentak 23 September mendatang.

“Data dari mana itu, dari mana mereka dan buat apa di Bitung,” kata Baginda. Menurutnya, keberadaan 5.469 penduduk yang masuk ke Bitung patut di telusuri keberadaannya, untuk mengantisipasi mobilisasi massa.

Darma Baginda

“Jangan sampai, muncul spekulasi atau dugaan terjadi mobilisasi massa jelang pilkada di Bitung,” tegasnya. Dia mendesak pemerintah kota dalam hal ini Dinas kependudukan dan catatan sipil dan penyelenggara Pilkada dalam hal ini Bawaslu Kota Bitung agar tidak tinggal diam dengan informasi ini.

Sammy Rumambi pimpinan Bawaslu Kota Bitung koordinator divisi (kordiv) Pengawasan mengaku belum mengetahui hal itu.

Bawaslu belum menerima informasi tersebut, baik dari penyelenggara Pilkada KPU maupun Pemkot Bitung dalam hal ini Disdukcapil.

“Kalau dugaan mobilisasi massa harus dibuktikan. Harus di cek apakah jumlah tersebut masuk sebagai pemilih atau tidak,” tutur Sammy.

Baca juga:  Bupati Frangky Wongkar, SH Buka Rakercab DPC Partai Demokrat Minsel

Lanjut dia, jika ingin ditindak lanjuti Bawaslu terkait informasi ini silakukan melakukan laporan resmi ke Bawaslu Bitung.

Karena untuk pengawasan pihaknya berpedoman di laporan resmi dan temuan di lapangan, terkait dugaan pelanggaran dalam tahapan Pilkada 2020.

Pihaknya mensanksikan jika 5.469 penduduk yang masuk ke Bitung itu merupakan rangkaian dari mobilisasi massa untuk kepentingan politik, karena hingga saat ini belum ada pengumuman bahkan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU.

“Terkait daftar pemilih di Pilkada nanti, mulai pekan depan informasi yang kami rangkum petugas pemuktahiran data pemilih (PPDP) akan dibentuk oleh KPU untuk melakukan tahapan pendataan wajib pilih,” kata dia.

Terpisah Efrainhard Lomboan Kadis Dukcapil Bitung dikonfirmasi melalui sambungan telpon menampik 5.469 penduduk yang masuk ke Bitung sebagai bagian dari mobilisasi massa untuk pilkada.

Baca juga:  Prihatin, Di Duga Terjadi Praktik "Jual-Beli Lahan " Di Pasar Berdikari Tumpaan

“Kami jamin itu tidak ada kaitannya dengan politik. Tidak ada mobilisasi massa,” tegas Lomboan.

Jumlah penduduk yang datang ke Bitung itu, merupakan akumulasi sejak tahun 2019 hingga Februari 2020.

Berasal dari Jawa, Kalimantan, Makassar dan sejumlah daerah di provinsi Sulut seperti Minahasa Tenggara (Mitra) dan Tondano Kabupaten Minahasa.

Sayangnya Disdukcapil Bitung, belum dapat membeberkan data keberadaan atau persebaran mereka di 8 Kecamatan di Bitung dan tidak mengetahui kepentingan mereka masuk datang ke Bitung.

Diantara 5.469 penduduk yang masuk ke Bitung diantara mereka sudah tinggal selama 1 hingga 5 tahun di Bitung dan sudah penuhi syarat kependudukan, sudah melapor ke Disdukcapil dan memiliki surat pindah.

“Jumlah yang datang masih jauh lebih sedikit dari jumlah penduduk yang pindah dari Kota Bitung sebanyak 5.839,” tandasnya.(hzq)‎