Lawan Covid-19, Tenaga Medis Pemkot Bitung Kekurangan APD

TopikSulut,Bitung- Berbagai hal kini dilakukan semua pihak, termasuk pemerintah dalam melawan penyebaran covid-19. Tapi yang memprihatinkan, para tenaga medis dijajaran pemkot Bitung, terutama di sejumlah Puskesmas, masih membutuhkan tambahan pasokan Alat Perlindungan Diri (APD) karena masih kurang.

APD berupa masker, handscoon, face shield, kaca mata google dan baju hazmat atau baju astronot masih sangat terbatas persediannya di sejumlah Puskesmas di Bitung.

Salah satu contoh di Puskes Bitung Barat yang ketersedian APDnya masih kurang jika dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang ditugaskan menghadapi wabah covid-19. Hal ini diakui kepala Puskesmas Sagerat, dr Gladys Usulu. “Untuk APD kami masih membutuhkan, karena kami sendiri tidak tahu kapan covid ini akan beralhir,” kata dr Vivi Tumbel, kepala Puskesmas Bitung Barat, Jumat (17/04/2020).

Baca juga:  Kodim 1302 Minahasa Hadiri Penyerahan Remisi Napi Kelas IIB Tondano

Tumbel mengatakan, kebutuhan APD setiap hari sesuai jumlah petugas yang bertugas setiap hari ada sekitar 50 petugas kesehatan yang bertugas di pelayanan Puskesmas rawat jalan, rawat inap bersalin dan tiap 2 hari jadwal jaga di Pos pemanatuan orang di pintu gerbang KEK.

“Kami sudah mendapat bantuan APD dari Dinas Kesehatan termasuk baju hazmad. Namun unuk masker, sarung tangan dan lainnya masih membutuhkan tambahan,” ujarnya. Meski demikian kata dr Vivi sapaannya, semua tenaga kesehatan di Puskesmas Bitung Barat tetap siap memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat walaupun di tengah wabah covid-19 ini.

“Intinya kami tetap siap dan semoga wabah covid ini segera berlalu dan Tuhan melindungi serta meberkati kita semua,” katanya. Pernyataan dr Vivi tersebut tak ditampik Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung, dr Jeaneste Watuna soal keterbatasan APD di sejumlah Puskesmas.

Baca juga:  Polisi Tetapkan 10 Tersangka Perkelahian Antar Kelompok di Belang Minahasa Tenggara

“Untuk APD memang kita masih mengalami keterbatasan stok dan sementara diadakan,” kata dr Jeanet, sembari menambahkan, pihaknya sudah memesan sebanyak 250 APD dan baru sebagian yang datang karena sulitnya mendapatkan stok APD dalam jumlah banyak. “Selain itu, kita juga telah menerima bantuan APD dari Provinsi sebanyak 100 APD dan itu langsung kita salurkan ke Puskesmas-puskesmas,” jelasnya. (hzq)