Topiksulut.Com_Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Desa Toyopon Kecamatan Motoling Barat untuk saat ini sudah memasuki tahap dua dengan menyasar 100 Keluarga Penerima Manfaat BLT-DD (KPM)(10/07/2020)
Di samping itu realisasi pekerjaan fisik terus di lakukan sesuai serapan anggaran pada jenis pekerjaan Rabat beton jalan setapak SD dan Talud pengaman SMP
Mekanisme pekerjaan adalah PKTD (Padat Karya Tunai Desa) dengan menyerap tenaga kerja lebih banyak dar sebelumnya akibat pandemi Covid-19
Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun 2020 adalah bagi masyarakat terdampak Covid -19 baik kehilangan pekerjaan maupun berpengaruh pada income keluarga
Pelaksanaan BLT-DD dan PKTD sesuai Permendes,Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi RI nomor 6 atas perubahan Permendes nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020
Mengatur tiga hal yakni:
1.Pencegahan dan Penanganan Covid-19
2.Padat Karya Tunai Desa(PKTD)
3.Bantuan Langsung Tunai Dana Desa(BLT-DD)
Terkait hal ini Pemerintah Desa Toyopon Kecamatan Motoling Barat mengalokasikan anggaran guna membantu warga masyarakat yang terdampak Covid-19
Romi Rondonuwu Hukumtua Desa Toyopon menyampaikan “Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini di berikan kepada warga masyarakat yang terdampak Covid -19 yang dimana setiap penerima adalah warga masyarakat yang tidak tercover dalam bantuan apapun ,Baik PKH maupun termasuk dalam penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disamping itu juga warga di libatkan dalam pekerjaan PKTD”jelasnya
Ditambahkan Romi Rondonuwu “Bantuan yang di terima diharapkan di belanjakan di dalam kampung sendiri sehinga dapat membantu roda perekonomian Desa sendiri”ujarnya
Sementara itu masyarakat penerima BLT DD mengaku senang dan berterimakasih atas bantuan di tengah pandemi ini”Terimakasih kepada pemerintah Desa Toyopon yang sudah mengalokasi anggaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada warga terdampak”ujar salah satu warga penerima
Hadir dalam kegiatan penyaluran BLT Camat Motoling Barat Rudi Liow S.Pd Baru,Pendamping dan staf Kecamatan,Sementara di peletakan batu pertama pekerjaan di hadiri tokoh agama (hemsi)









