Dugaan Pembuangan Limbah Cair Pabrik Resahkan Masyarakat Pesisir Tumpaan

Gambar Ilustrasi

Topiksulut.Com_ Setiap warga negara yang menyelenggarakan kegiatan usaha dalam bentuk apapun selalu berpatokan pada aturan atau undang undang yang berlaku sebagai dasar hukum pelaksanaan kegiatan dilapangan termasuk didalamnya analisa lingkungan agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai aturan yang tidak merugikan orang lain atau ekosistem dimana usaha itu dibangun

Terkait adanya keluhan masyarakat yang disampaikan oleh warga di pesisir Desa Tumpaan tentang adanya dugaan pembuangan limbah cair di sekitar PT Royal Coconut (ex PT Sakura Ria).

Saat di temui media ini warga di sekitar PT Royal Coconut (ex PT Sakura Ria) sangat mengesalkan tindakan perusahaan yang melakukan produksi dengan tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar,Karna di ketahui perusahaan tersebut beroperasi tepat berada di tengah pemukiman.

“Seperti biasa bapak kalo torang somo istirahat malam seringkali tidak mampu menahan bau yang tidak sedap dari perusahaan saat sedang berproduksi dan pastinya kalo bangun pagi air di pantai dimana kami tinggal saat ini penuh dengan ampas ampas putih dan berminyak dan akibat kondisi sperti itu saat kami mencari ikan tidak lagi seperti dulu karna diduga akibat pembuangan limbah ini mempengaruhi pencarian ikan di laut”ujar Alce salah satu warga Desa Tumpaan kepada Topiksulut.Com.(18/11/2021)

Sementara itu sampai berita ini diturunkan pihak perusahaan saat dikonfirmasi media ini tidak dapat dihubungi ataupun bersedia menemui awak Pers yang datang ke perusahaan.

Akibat hal ini masyarakat berharap pemerintah dapat memperhatikan nasib mereka kedepan agar tidak terus terjebak dalam permasalahan limbah ini.

“Kami tidak meminta perusahaan di tutup tapi TOLONG PERHATIKAN pengelolaan limbah agar diatur dengan baik agar jangan sampai kami yang menjadi korban”pintanya

Sebagaimana di atur dalam Undang undang nomor 32 Tahun 2009
Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

  1. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan
  2. semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,
  3. termasuk manusia dan perilakunya, yang
  4. mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan
  5. perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta
  6. makhluk hidup lain.

Pasal 2

Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
adalah upaya sistematis dan terpadu yang
dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan
hidup dan mencegah terjadinya pencemaran
dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang
meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian,
pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Berdasarkan undang undang tersebut jelas pengelolaan lingkungan adalah harga mati yang tak bisa di tawar,Setiap pelaksanaan nya perlu diawasi dan di evaluasi sebelum pelaksanaan kegiatan apapun di lakukan.(Hemsi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *