TopikSulut,Bitung- Angka kriminalitas di kota Bitung sepanjang tahun 2022 cukup tinggi dan mencapai 1415 kasus. Hal ini disampaikan Kapolres Bitung, AKBP Alama Kusuma S. Irawan SIK, SH, MH kepada sejumlah wartawan, Jumat (30/12/2022) disalah satu cafe di Bitung dalam acara yang bertajuk “Bitung Bakudapa Bersama Kapolres, Curhat Jo Deng Torang, Baku Malendong, Jaga Bitung Tetap Aman”.

Kapolres Bitung, AKBP Alam Kusuma S Irawan SH SIK MH pada kesempatan itu mengatakan, jika pertemuan itu adalah agenda yang memang telah direncanakan dalam rangka silahturahmi menjelang perpisahan tahun sekaligus menyampaikan sejumlah program dan hasil kinerja Polres Bitung selama tahun 2022.
Menurut Kapolres, dari angka tersebut diatas, sebanyak 900 kasus berhasil ditangani oleh Polres Bitung. “Untuk kasus yang menonjol ada sembilan kasus dan semua dapat terungkap. Sedangkan pada tahun 2021 berjumlah 1357 kasus dan selesai sebanyak 1011 kasus. Di tahun 2022 memang mengalami peningkatan,” ujar Alam Kusuma.
Dijelaskannya, kasus yang paling banyak adalah kasus penganiayaan. Dimana untuk tahun 2022 ini ada 260 kasus yang penyebabnya adalah minuman keras (miras) yang melibatkan anak dibawah umur.
“Untuk itu kami dari Polres Bitung sedang gencar-gencanya melakulan operasi terhadap miras. Karena miras ini mendominasi terjadinya kasus penganiyaan,” tandasnya.
Selain itu lanjut Kapolres, ada juga kasus lainnya, seperti pelanggaran lalu lintas, dimana pada tahun 2022, laka lantas terdapat 165 kasus. Sedangkan untuk tahun 2021 sebanyak 141 kasus. Pun kata dia, salah satu penyebabnya karena sudah dalam pengaruh miras.
“Untuk penyelesaian sebanyak 158 kasus. Kasus laka lantas tertinggi akibat tidak jaga jarak sebanyak 28 kasus. Salah menggunakan jalur 13 kasus. Paling banyak terjadi di jlan Sarundajang yakni ada 24 kasus. Jalan Wolter Monginsidi 24 kasus. Dan paling banyak terjadi laka lantas pada pukul 18.00 sampai 21.00 sebanyak 30 kasus. Sementara itu di tahun 2022 ada 4500 prlanggaran yang telah dilakukan penindatakan berupa tilang. Paling banyak pelanggaran tidak mengenakan helm yakni 2420. Dan korban meninggal dunia 25 orang. Jumlah orang meninggal akibat laka lantas ini menurun dibandingkan pada tahun 2021 sebanyak 31 orang meninggal dunia,” jelasnya.
Sementara untuk kasus narkoba menurutnya ada 24 kasus yang berhasil diungkap selang 2022. Pun, ada penindakan terhadap miras 1051 botol. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2021 sebanyak 987 botol..
“Juga kita ada Ops lilin Samrat dari tanggal 23 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023. Dimana jumlah personil 246 dari Polres Bitung. TNI, pemkot dan instansi lain sebanyak 358 personil. Juga dibantu oleh ormas-ormas seperti Banser, Panji Yosua dan lain lain. Untuk Pos ada lima. Satu pos terpadu di pelabuhan. Pos Pelayanan ada tiga ditempatkan di Wilayah Pasar Girian, Pusat Kota Terminal Tangkoko. Dan Satu Pos pengamanan di KEK,” pungkas Alam.
Hadir mendampingi Kapolres, Kasat Lantas Polres Bitung, AKP Awaludin Puhi, SIK, Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Marselus Yugo Amboro, SIK, Kasat Samapta Polres Bitung, AKP Julianus korompis, Kasat Intelkam, IPTU Reymond O Sendewana, SH, KBO Sat Samapta IPTU Tuege Darus, S.Sos, Kasi Propam Polres Bitung, IPTU Abdulnatif Anggai, dan Kasi Humas Polres Bitung, IPDA Iwan Setiyabudi S.Sos. (hzq)

