114 Huntap Siap Di Bangun

Uncategorized232 Dilihat
Topiksulut.Com_ Pembangunan Hunian tetap bagi warga korban abrasi pantai di Amurang tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Upaya berkelanjutan terus di koordinasikan dengan Pemerintah Pusat guna memastikan pembangunan ini berjalan dengan baik.
Peristiwa yang terjadi sekitar tanggal 15 Juni 2022 lalu itu menyisakan kepedihan bagi sebagian warga Kelurahan Uwuran Satu Kecamatan Amurang sehingga akibat hal itu beberapa keluarga ikut direlokasi pada hunian sementara guna menunggu tempat tinggal tetap yang sementara di bangun Pemerintah.
Terkait hal ini Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Sulawesi Utara (Sulut), telah memulai proyek pembangunan hunian tetap untuk mereka.
Pembangunan bertempat di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat, sebanyak 114 hunian tetap untuk para warga korban bencana abrasi pantai itu dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA) yang tahan gempa.Pembangunan tahap pertama untuk 81 unit, menggunakan anggaran APBN, dengan nilai kontrak Rp. 16.991.157.000 dan dikerjakan oleh PT. Sagita Utama Lestari, KSO.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, Ir. Reky Lahope mengatakan bahwa penanganan bencana relokasi akibat bencana abrasi pantai di Minsel, dilaksanakan berdasarkan kolaborasi keterpaduan program antara tiga Direktorat Jenderal.”Tiga Direktorat Jenderal itu, yakni Direktorat Jenderal SDA, Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Perumahan,” jelas Reky.Dijelaskan Reky, yang akan dilaksanakan Balai Cipta Karya landscape untuk lokasi ini, termasuk ruang terbuka hijau, penyedia air bersih, gedung pertemuan dan posyandu serta persampahan dan penataan Huntap.”Kita dari Direktorat Jenderal Perumahan akan melaksanakan kegiatan pembangunan Huntap.

Huntap ini akan dilaksanakan dari rencana 114 unit, sekarang ini dalam kontrak baru akan dibangun 81 unit. 33 unit masih dalam proses dan nanti akan menyusul,” ujar Reky.”Saya berharap dalam waktu dekat bangunan ini akan selesai dan akan segera ditempati,” ujarnya lagi.

Sementara Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar mengatakan kalau pembangunan ini terjadi karena kolaborasi dan sinergisitas dari pemerintah.”Karena sinergisitas ini sehingga terealisasi ini. Ada banyak Kabupaten dan Kota yang mengajukan permohonan ke Kementerian PUPR, namun kemudian mereka cepat merespons permohonan dari kami Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan,” jelas Franky kembali.(Hemsi)