Diduga Lakukan Praktek Memperkaya Diri, Kebijakan Rektor Unima Disorot.

TopikSulut.com,Minahasa – Kebijakan Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA), Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd mengarahkan berbagai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan di lingkup UNIMA ke Kawasan Wisata Wale Christian, Kaima, Kabupaten Minahasa Utara, menuai sorotan.

Kebijakan yang sudah berlangsung hamper setahun itu, dinilai cenderung menguntungkan dirinya secara peribadi, dan menjurus pada dugaan praktik tindak pidana korupsi. Pasalnya, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, diketahui bahwa Wale Christian, Kaima, adalah milik peribadi dari Rektor UNIMA, Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd.

Menanggapi akan hal ini, Ketua LSM KIBAR Sulawesi Utara, Jaino Maliki, angkat bicara. Menurutnya, jika memang terbukti Rektor UNIMA memanfaatkan jabatan dan mengarahkan berbagai kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi ke kawasan wisata miliknya di Wale Christian Kaima, maka ini bisa dikategorikan sebagai praktik atau upaya memperkaya diri dengan menyalahgunakan jabatan dan kewenangan, serta bertentangan dengan Peraturan Perundangan khususnya Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga:  Gubernur Olly dan Puan Maharani Ikuti Puncak Hari Pers Nasional di Sulut

“ada beberapa bukti yang berhasil kami dapatkan bahwa memang benar berbagai kegiatan baik pelatihan maupun sosialisasi dilakukan di Wale Christian Kaima. jika memang benar ada kebijakan seperti itu dan Kebijakan itu sengaja diarahkan oleh Rektor UNIMA, sementara dirinya adalah pemilik dari kawasan wisata tersebut, tentunya ini sudah bertentangan dengan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor, karena ini patut diduga sudah ada unsur memperkaya diri dengan menyalahgunakan jabatan dan kewenangan,” tandas Pegiat Anti Korupsi itu, kepada media ini.

Setahu dia, lanjut Maliki, di UNIMA masih ada gedung atau aula yang bisa digunakan untuk menghendel kegiatan-kegiatan seperti itu, sehingga berbagai kegiatan maupun program bisa dilakukan di lingkup UNIMA saja tanpa harus menghambur-hamburkan anggaran, karena semua kegiatan yang dilakukan sudah pasti ada biaya sewa tempat dan fasilitas yang digunakan.

Baca juga:  Gubernur Apresiasi Sinergitas Pemprov Sulut dan GMIM

“sebab informasi yang saya terima, sebelumnya kegiatan seperti sosialiasi dan pelatihan biasanya dilakukan di gedung atau aula yang tersedia di UNIMA, tapi belakangan ini sudah hampir setahun, kegiatan-kegiatan ini dilakukan di Wale Christian Kaima, yang notabene adalah milik dari Rektor. Tentunya ini perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum” terangnya.

Untuk diketahui, amanat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 menyebutkan, “setiap orang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian Negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit 50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar rupiah”. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *