PSDK Tahuna Amankan 1 Unit Kapal Penampung Ikan Ilegal Jenis Pumboat

Nusa Utara642 Dilihat

TAHUNA

Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Tahuna kembali mengamankan satu unit kapal ikan ilegal berjenis Pumboat dengan empat orang Anak Buah Kapal (ABK), asal Negara Fhilipin.

Menurut Kepala PSDK Tahuna Bayu H. Suharto,S.st,Pi,M.Si, kepada wartawan saat melakukan pres konferens, Selasa (18/03/2024), menguraikan bahwa penangkapan dilakukan pada hari Senin (18/03/2024) sikitar pukul 11 waktu setempat.

Kapal diamankan di perairan Kampung Dagho Kecamatan Tamako.

“Jadi kapal ini baru tiba dari Fhilipina tepatnya dari General Santos,”Ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas ternyata kapal ini didapati menggunakan dokumen palsu.

“Menggunakan dokumen palsu, salah satunya nomor mesin yang ada di dokumen berbeda dengan nomor mesin yang ada di kapal. Juga diduga menggunakan dua dokumen, yang satu dokumen Indonesia digunakan jika armada masuk perairan Indonesia dan dokumen Fhilipin digunakan jika akan masuk perairan Fhilipina, jadi kapal ini memiliki dua nama yakni jika di Fhilipina menggunakan nama FBCA Franscesca 01, sedangkan masuk di Indonesia menggunakan nama KM EPM.”ungkapnya.

Diuraikanya penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat serta hasil patroli rutin yang dilakukan PSDKP Tahuna.

Baca juga:  Pj. Bupati Kepulauan Sangihe dr. Rinny Tamuntuan Menghadiri Upacara HUT Provinsi Sulawesi Utara Ke-59.

Dalam penangkapan tersebut pihak PSDKP Tahuna selain mengamankan satu unit pumbaot juga mengamankan beberapa barang bukti berupa kompas, GPS, serta beberpa alat tangkap pancing ikan Tuna serta menahan empat orang WNA sebagai Nahkoda dan ABK.

Diungkapkan juga dari hasil penangkapan ini setidanya PSDKP Tahuna berhasil mengamankan kerugian negara sebesar 1,4Miliar.

“Kerugian negara akibat kegiatan ilegal fhising kali ini kami estimasikan sebesar kurng lebih 1,4Miliar. Itu estimasi selama meraka melakukan kegiatan sejak 2022 sampai dengan 2024. Selain membawa ikan diketahui juga kapal ini mengangkut BBM dari Sangihe, belum juga barang ilegal yang dibawa dri Fhilipin masuk Indonesia,jelasnya lagi.

Bayu Suharto juga berharap dukungan dari semua pihak terlebih masyarakat dalam upaya menjaga perairan Indonesia terlebih khusus perairan Sangihe dari kejahatan ilegal fhising.

“Sesuai arahan dari Plt Direktur Jendral PSDK Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi., M.M. (Ipunk), bahwa PSDKP berkomitment untuk terus menjaga perairan Indonesia dari kejahatan ilegal fhising. PSDK juga terus berkomitmen untuk membasmi ilegal Fhishing, menjaga potensi perikanan Indonesia,”jelasnya.(*).