Bupati JSK Dorong Inovasi untuk Perencanaan Jangka Panjang yang Lebih Baik

 

TopikSulut.com

MINAHASA – Bupati Minahasa, Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si (JSK), membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Minahasa Tahun 2025-2045.

Acara ini diselenggarakan oleh Bappelitbangda Kabupaten Minahasa dan berlangsung di Hotel Mercure Manado Tateli Beach Resort pada Jumat (19/04/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati JSK ditemani oleh para pejabat tinggi seperti Ketua TP.PKK Kabupaten Minahasa Ny. Djeneke Kumendong Onibala, SH, MSA, Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Elvira Katuuk, ST, ME, serta Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Minahasa Rommy Leke, SE, M.Si, bersama perwakilan Forkopimda Kabupaten Minahasa dan sejumlah tenaga ahli.

Baca juga:  Minahasa Menyulam Masa Depan: RDTR Tateli Jadi Titik Nadi Tata Ruang Berkeadaban

JSK menegaskan pentingnya berpikir kreatif, inovatif, dan solutif dalam menyusun perencanaan jangka panjang.

Dalam penyampaiannya, Bupati JSK menyatakan,

“Dua puluh tahun kedepan merupakan 100 tahun kemerdekaan bangsa kita, Indonesia Emas tahun 2045 dan Minahasa Emas tahun 2045. Artinya ketika kita sudah berani melalui masa ke 100 tahun kemerdekaan seharusnya Minahasa sudah menjadi daerah maju.”

Selain itu, JSK juga memperhatikan dampak erupsi Gunung Ruang di Kepulauan Sitaro. Dia mengimbau masyarakat untuk meminimalisir aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker serta kacamata guna menjaga kesehatan.

“Tantangan kita ke depan yang akan kita hadapi adalah perubahan-perubahan yang sangat cepat terjadi, bahkan kita rasakan saat ini. Untuk itu, tentu penyusunan perencanaan ini harus juga memperhatikan tantangan-tantangan ke depan yang nantinya akan timbul,” tambahnya.

Musrenbang RPJPD ini diharapkan menjadi platform bagi partisipasi aktif masyarakat dalam merumuskan rencana pembangunan jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan bagi Kabupaten Minahasa.

Baca juga:  "Orkestrasi Nilai: Pawai Anak sebagai Ekspresi Ideologis dan Revitalisasi Budaya Minahasa"

#J.R