Bupati Bolmong Bersama BNPB Pusat Serahkan Bantuan Dan Tinjau Infrastruktur Jalan Jembatan Yang Ambruk

Berita Utama, Bolmong154 Dilihat

Topiksulut.com,Bolmong – Penjabat Bupati Bolaang Mongondow dr. Jusnan Calamento Mokoginta MARS, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, melakukan penyerahan bantuan, sekaligus peninjauan infrastruktur jalan, Jembatan yang ambruk, maupun situasi bendungan di wilayah Kecamatan Dumoga Barat (Bolmong-red).

Kegiatan kunjungan BPNB pusat tersebut berlangsung pada Sabtu 29 Juni 2024, tepatnya di dua lokasi. diantaranya Posko Penanggulangan Bencana, dan dilanjutkan ke lokasi bendungan Air yang mengalami kerusakan serta putusnya akses jalan akibat banjir.

Kunjungan kerja tim BNPB pusat ini, di pimpin langsung oleh tenaga ahli Brigjen TNI Lukmansyah, didampingi Brigjen TNI Bambang Eko Pratolo, Kasubdit dukungan pengerahan logistik dan peralatan Tono Sumarsono, penata penanggulangan bencana ahli pertama Fuad Tasman, serta analis bencana Teguh Pratama.

Tampak pula Bupati Bolaang Mongondow dr Jusnan Calamento Mokoginta, di dampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Abdullah Mokoginta SH,M.S.i, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para staf ahli, staf khusus, Forkopimcab, dan Para Sangadi beserta perangkatnya.

BPNB Pusat menyerahkan bantuan darurat kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Pemkab Bolmong) guna menangani dampak banjir yang melanda beberapa desa di wilayah Dumoga Raya (Bolmong-red)

Bupati Bolmong dr. Jusnan Calamento Mokoginta mengucapkan terima kasih atas atensi maupun bantuan yang diberikan oleh BNPB Pusat.

Baca juga:  Tak Hanya Misi Investasi, Wagub Kandouw Tebar Nilai Moral dan Spiritual Bagi Warga Sulut di Jepang

Ia menekankan bahwa bantuan tersebut sangat membantu dalam penanganan darurat bencana yang terjadi di wilayah Dumoga Raya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BNPB. tentunya Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak banjir, serta bisa meringankan beban mereka,”ucap Bupati.

Dikatakan Bupati, bahwa pentingnya edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tau dan paham dalam mewasdiri di situasi tertentu pasca musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Bolaang Mongondow.

“Perlu edukasi yang di sampaikan ke masyarakat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). khususnya, yang terkena dampak bencana alam agar memperhatikan hal-hal pasca bencana terjadi, seperti penanggulangan kesehatan, dan antisipasi kerawanan bencana susulan yang bisa saja berpotensi terjadi, sehingga kewaspadaan itu menjadi utama demi keselamatan diri dan keluarga,”kata Bupati.

Seraya menambahkan, BPBD Bolmong dan tim kesehatan kunjungi setiap desa atau wilayah yang mengalami bencana alam, tidak hanya sebatas mendata saja, melainkan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan edukasi.harapnya.

Baca juga:  Sah, Pjs Gubernur Sulut Ijinkan Warga Rayakan Natal, Asal Sesuai Protap Covid

Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Pusat, Brigjen TNI Lukmansyah, pada awak media menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait untuk menangani kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian akibat musibah banjir yang terjadi.

“Setelah ini, tentunya kami akan mengkoordinasikan masalah kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian masyarakat ini ke Kementerian Pertanian dan Perkebunan, dan Kementerian PUPR, serta Kementerian Sosial,” ujarnya.

Lukmansyah juga menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan saat ini bersifat darurat, yakni untuk kebutuhan yang terdampak bencana, dan kemudian kami menunggu secepatnya usulan proposal dari Pemerintah Daerah (Pemda) ke Kementrian.

“Secepatnya pengajuan usulan proposal di ajukan, agar cepat juga di proses sesuai mekanisme yang ada,”tutupnya.

Perlu diketahui musibah banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa titik di wilayah Bolaang Mongondow, di akibatkan tingginya intensitas curah hujan, menyebabkan debit air meningkat dan meluap menghantam beberapa pemukiman warga, ladang pertanian, maupun terputusnya jalan, serta ambruknya jembatan.

Dampak dari peristiwa bencana tersebut, menyebabkan kerugian yang besar yang di alami oleh masyarakat, dan di pastikan mengalami gagal panen, dikarenakan ladang pertanian tergerus oleh banjir. (Advetorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *