Terendam Banjir Warga Samping PLTU Tawaang Keluhkan Akses Masuk

 

Topiksulut.Com_Warga Jaga 4 di lingkar PLTU Desa Tawaang beberapa hari ini mengeluhkan keberadaan mereka yang terendam banjir hingga pinggang orang dewasa.

Salah satu warga yang di kunjungi media ini di lokasi menyebutkan.

” Kami terendam banjir selama 4 hari dan selama itu kami tidak bisa beraktifitas karna banjir tersebut termasuk untuk makan pun kami kesulitan karna harus keluar melewati banjir”ujar salah satu warga

Ditambahkan salah satu warga di jaga empat menyebutkan
“Selain itu kami juga mengalami kerugian besar terhadap pertanian seperti tanaman nilam yang seharusnya belum waktunya panen tapi harus di panen sekarang karna sudah rusak terendam banjir, apapun hasilnya tetap itu yang kami terima” Ujar seorang ibu parobaya

Terkait hal itu Pemerintah Desa Tawaang Timur mengambil langkah bersama untuk mencari solusi terkait banjir di wilayanya.

Fonny Poluan selaku hukumtua desa Tawaang Timur menyampaikan “Upaya dari Pemerintah adalah duduk bersama dengan pihak PLTU karena wilayah terdampak paling parah di jaga 4 yang merupakan wilayah Desa Tawaang Timur sehingga atas inisiatif ini kami mengundang Pihak PLTU dan sudah di laksanakan pertemuan pada kamis kemarin”jelas Hukjmtua

Dari pertemuan ini ditanggapi oleh salah satu warga desa Tawaang Timur agar langkah pertemuan ini diseriusi pihak PLTU jika tidak kami siap berdemo untuk menyampaikan aspirasi kami.
“Pertemuan ini sudah dilaksanakan dari kamis kemarin (27/3/2025) dan ini bukan pertama kali dilaksanakan pengajuan serupa terkait lokasi tersebut dan dari hasil pertemuan kemarin perwakilan pihak PLTU akan menyampaikan kepada pimpinan pusat terkait hasil pertemuan tersebut sehinga kami menilai perlu ada kepastian dari hasil pertemuan tersebut kami berharap agar ada hasil yang baik bagi kami masyarakat .Jika tenyata tidak di tindaklanjuti atau tidak ada tindakan nyata maka kami akan lakukan demo untuk menyampaikan aspirasi ini”ujar Ferdinand salah satu warga desa Tawaang Timur

Baca juga:  Dugaan Jual Beli Lahan Dan Dugaan Pungli di Pasar Berdikari Tumpaan, APH Diminta Periksa Oknum Kepala Pasar

Pertemuan ini membahas banyak hal diantaranya menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat masalah tenaga kerja & masalah banjir yang sering terjadi.

Pertemuan bersama warga

Maka dari itu Pemerintah desa dan BPD Tawaang raya mengadakan rapat bersama dengan mengundang pihak perusahan yang ada diPLTU.

Pertemuan ini menjadi penting dan semoga keluhan masyarakat didengarkan oleh pihak perusahan .

Hadir dalam pertemuan ini Anggota Dewan kabupaten Minahasa Selatan Yulian Mandey,Sth
,Camat Tenga Sonny Sagai,MSi,Danramil Tenga,Mewakili Kapolsek Tenga,Mewakili pihak perusahan,Ketua BPD Tawaang raya,Hukum tua desa Tawaang Timur,Sekdes Tawaang Barat,mantan Hukum tua BPK Fredi Rumagit,Perangkat Desa,Tokoh agama,Mewakili karyawan yang terkena PHK.

PLTU sendiri dikelola oleh tiga perusahaan besar dan ikut hadir dalam pertemuan ini PT.PLN NPS, PT.MDT, PT MKP.

Baca juga:  Mitra Strategis Dalam Penegakkan Hukum Kajari Minsel Gandeng Pers

“Kami berharap semoga apa yang menjadi keluhan dari masyarakat bisa ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan harapan bersama semua dapat berjalan dengan baik” Ujar hukumtua Tawang Timur

 

Hal ini menjadi sorotan karena akses jalan yang terendam adalah merupakan jalan utama serta satu satunya akses keluar masuk warga.

Sementara itu pihak perusahaan PLTU yang diwakili oleh Teddy Mangalea selaku Chief security
Pt. Bmp ( bakti mandiri perkasa)
Yang ikut hadir pada saat pertemuan bersama masyarakat menyampaikan.
“Berdirinya perusahaan sebesar ini pastinya semua sudah berdasarkan kajian dan pertimbangan tentunya semua sidah diperhatikan dampaknya dan apa yang terjadi di masyarakat sekitar terdampak banjir itu adalah persoalan bersama dan upaya itu telah di lakuakn sebelumnya dengan berkontribusi memberikan bantuan pembangunan drainase kepada pemerintah desa “ucapnya

Diketahui curah hujan yang tinggi beberapa hari ini terjadi debit air yang besar dan drainase yang kecil tidak mampu menampung curah hujan yang besar sehingga terjadi banjir.

Sampai berita ini diturunkan akses masuk ke pemukiman warga masih tergenang air sekitar 30 cm sampai 40 cm(Hemsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *