Dikeluhkan Pasien Ini Jawaban RSUP Prof.Dr.R. D Kandou

Topiksulut. Com_Keluhan pasien RSUP Kandou terkait lamanya tindakan bedah terhadap salah satu pasien di platform media sosial terus menuai ragam pendapat.

Terkait hal di atas pihak RSUP Kandou memberikan pejelasan atas hal tersebut lewat menejer hukum dan humas

“Sejak alat mengalami gangguan, kami langsung memproses perbaikan dan pengadaan kembali. Karena alat ini berasal dari luar negeri, tepatnya Jerman, proses pengadaannya memerlukan waktu antara tiga hingga enam bulan. Ini hal yang umum dalam sistem pengadaan alat kesehatan berteknologi tinggi,” jelas Ruslianto menejer Hukum dan Humas RSUP Kandou

Meski terus menuai sorotan upaya RSUP Kandou terkait kerusakan dan ketidaktersediaan alat tersebut, Pihak RSUP Kandou tetap menjalankan prosedur pelayanan.(6/6/2025)

“Setiap kasus yang kami tangani tetap diproses sesuai prosedur. Jika alat yang kami miliki tidak tersedia karena dalam perbaikan, maka kami usahakan rujukan. Keselamatan pasien adalah prioritas utama,” tegas Ruslianto.

Baca juga:  Advokat Jemmy Timbuleng Angkat Bicara, Terkait Penetapan Tersangka Mantan Plt Ketua BPMS GMIM.

Seperti diketahui melalui postingan salah satu keluarga pasien yang dirawat di RSUP Kandou beberapa hari lalu mengeluhkan alat bedah saraf yang rusak sehingga keluarga harus menunggu sekitar dua bulan lamanya dan dalam postingan tersebut meminta bantuan kepada pihak pihak terkait .Akibat kondisi kesehatan pasien yang terus memburuk pasien tersebut meninggal.

Seperti pernyataan pernyataan sebelum nya oleh menejer hukum dan humas RSUP Kandou Ruslianto Urendeng, SH sebagaimana di lansir dari monitorsulut.Com bahwa pihak RSUP Kandou telah melakukan koordinasi dengan keluarga.
“Tim kami tidak hanya fokus pada pelayanan medis, tapi juga edukasi kepada keluarga pasien. Kami pastikan semua proses berjalan dengan terbuka dan profesional,” ujar Ruslianto.

Baca juga:  Sidang Pembunuhan Joel Tanos, JPU Tuntut Terdakwa Penjara Seumur Hidup

 

Diketahui  alat medis yang dibutuhkan telah tiba dan tengah menjalani uji kelayakan sebelum digunakan secara penuh. RSUP Kandou menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak pernah berhenti, dan seluruh staf terus bekerja sesuai prosedur demi memberikan layanan yang aman dan bermutu.

Menutup pembicaraan nya Ruslianto menyampaikan apa yang menjadi skala prioritas dari RSUP Kandou.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa RSUP Kandou tidak tinggal diam. Kami punya standar kerja dan protokol layanan. Setiap keputusan yang diambil selalu berpihak pada keselamatan pasien,” pungkas Ruslianto.(hemsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *