TopikSulut.com
Minahasa – Sebuah operasi besar-besaran digelar di jantung Minahasa! Danau Tondano yang selama ini menjadi sumber kehidupan dan kebanggaan warga, kini dalam kondisi kritis akibat serbuan gulma eceng gondok yang menutupi hampir 300 hektar permukaan danau.

Kamis (26/6/2025), Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP, memimpin langsung barisan pemerintah daerah dalam sebuah Karya Bakti Darurat bersama Korem 131/Santiago dan Kodim 1302/Minahasa, demi menyelamatkan Danau Tondano dari ancaman ekologi paling serius dalam satu dekade terakhir.
Operasi yang melibatkan unsur TNI, Polri, OPD strategis Pemkab Minahasa, tokoh masyarakat, dan akademisi ini tak hanya simbolis—ini adalah pertempuran nyata melawan kehancuran lingkungan!

Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Martin SM Turnip, dalam pidatonya yang penuh semangat, mengungkap bahwa sejak Februari 2025, lebih dari 130 hektar gulma telah berhasil diberantas dalam operasi yang nyaris tanpa henti.
“Ini bukan sekadar aksi bersih-bersih. Ini adalah pertarungan melawan kerusakan lingkungan. Danau Tondano adalah nadi Minahasa. Jika kita biarkan eceng gondok menguasainya, maka banjir, pendangkalan, hingga matinya ekosistem akan menjadi kenyataan pahit!” tegas Brigjen Turnip.
Danrem pun memuji keberanian dan konsistensi Pemkab Minahasa dan Gubernur Sulawesi Utara dalam memberikan dukungan logistik dan anggaran penuh untuk misi penyelamatan lingkungan ini.
Bupati Robby Dondokambey dengan lantang menyatakan bahwa perjuangan ini belum selesai. Dalam orasinya di depan ratusan personel TNI, ASN, dan warga yang berkumpul, ia menegaskan bahwa program pembersihan ini akan menjadi gerakan permanen di Minahasa.

“Kami akan bergerak setiap Jumat. Tidak ada kompromi dengan eceng gondok. Danau ini harus bersih, dan harus kembali jadi jantung kehidupan kita. Jika perlu, kita turun tangan sendiri!” ujar Robby dengan nada tegas.
Aksi hari itu tak hanya berhenti di apel dan pidato. Seluruh jajaran langsung turun ke air—mengangkat gulma, menanam pohon, hingga menggelar pasar murah dan pengobatan gratis. Semua dalam semangat tema: “Bersatu dengan Alam untuk Indonesia Maju, TNI Manunggal Memelihara Danau Tondano — Danau Tondano Bersinar (Bersih, Indah, dan Udara Segar)”.
Dengan keterlibatan Forkopimda, Dinas Kehutanan, Universitas Negeri Manado, hingga tokoh masyarakat setempat, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Tondano bukan hanya masalah Minahasa, tapi harga diri Sulawesi Utara!
Kini tinggal satu pertanyaan besar: Akankah semangat ini bertahan, atau eceng gondok akan kembali menang?
#J.R
====***====











