TopikSulut.com
MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali memantapkan langkah strategisnya dalam memperkuat fondasi kebangsaan di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital yang kian masif.

Hal ini tercermin dalam penyampaian materi bertajuk Wawasan Kebangsaan dan Integritas Masyarakat oleh Sekretaris Daerah Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, pada kegiatan yang digelar di Balai Desa Tumaratas Dua, Kecamatan Langowan Barat, Rabu (30/7/2025).
Dalam forum tersebut, Sekda Watania menyoroti secara tajam dinamika tantangan kebangsaan yang kini melanda Indonesia, baik dari tekanan internal berupa degradasi nilai luhur bangsa, hingga penetrasi eksternal melalui teknologi informasi yang sarat disinformasi dan polarisasi sosial.

“Kemajuan teknologi informasi adalah keniscayaan, namun jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan, maka akan menjadi ancaman laten bagi persatuan bangsa,” tegas Sekda Watania.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan dan integritas bukan sekadar tugas institusional pemerintah, melainkan panggilan moral dan konstitusional seluruh anak bangsa. Setiap warga negara, menurutnya, memiliki peran sentral dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pemaparan bernuansa edukatif dan reflektif itu, Sekda Watania menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang kolektif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, yang berpijak pada Pancasila, UUD 1945, dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
Prinsip ini menuntut keterbukaan terhadap perbedaan, penguatan solidaritas sosial, serta perwujudan kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan inklusif.

“Saya menaruh harapan besar kepada masyarakat Langowan Barat untuk menjadi role model nasional dalam membangun karakter kebangsaan yang tangguh, sadar hak dan kewajiban konstitusional, serta berperan aktif menciptakan iklim sosial yang damai, tertib, dan aman,” imbuhnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan semangat kebersamaan ini turut menghadirkan sesi dialog interaktif antara narasumber dan peserta, yang menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan ketahanan budaya di tingkat lokal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Camat Langowan Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta para Hukum Tua dan perangkat desa se-Kecamatan Langowan Barat.
Dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merawat semangat kebangsaan di akar rumput — memastikan bahwa nilai-nilai konstitusional tidak hanya hidup di ruang wacana, tetapi nyata dalam tindakan keseharian masyarakat Minahasa.
#J.R






